Kunjungi Korban Erupsi Semeru, Puan Maharani Minta Relokasi Warga Pronojiwo Secepatnya
Senin, 20 Desember 2021 - 21:12 WIB
loading...
Ketua DPR Puan Maharani didampingi Bupati Lumajang, Thoriqul Haq meninjau Gladak Perak yang ambruk terkena erupsi Gunung Semeru.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi korban erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/12/2021). Didampingi Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Puan meninjau beberapa lokasi bencana.
Titik pertama yang ditinjau adalah jembatan Besuk Koboan atau juga dikenal dengan nama Gladak Perak. Jembatan yang pertama dibangun pertama kali pada 1947 dan dibangun ulang dengan lebar 8 meter dan panjang hampir 130 meter itu runtuh terterjang lahar panas pada 4 Desember 2021 lalu. Puan mendengar penjelasan dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang rencana perbaikan yang akan dilakukan terhadap jembatan tersebut.
Baca juga: Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital
Selanjutnya meninjau dapur umur yang dikelola Palang Merah Indonesia (PMI), salah satu dapur umum yang ada di Pronojiwo. Di sini, Puan berbincang dengan tim gabungan PMI dan TNI yang bahu membahu memasak ratusan porsi makanan untuk didistribusikan bagi para pengungsi sebanyak tiga kali dalam sehari. Puan sempat berbincang tentang menu-menu yang disajikan hari ini.
Sebelum beranjak ke titik kunjungan berikutnya, Puan sempat pula berbincang dengan beberapa orang ibu, warga yang terdampak bencana yang menyampaikan harapannya untuk bisa direlokasi karena rumahnya berada hanya sekitar 300 meter dari kaki gunung yang termasuk dalam radius bahaya.
"Rumah saya tidak rusak, tapi saya tidak lagi berani tinggal di lokasi itu karena khawatir tiba-tiba ada semburan awan panas lagi. Kalau bolehkah, saya ingin ikut direlokasi saja," kata seorang ibu bernama Ria Salamah, warga dusun Kamar A yang ada di Desa Sumbersari, Pronojiwo.
Baca juga: Istrinya Disetubuhi hingga Hamil, Pria Madura Ini Nekat Carok Pelaku
Titik pertama yang ditinjau adalah jembatan Besuk Koboan atau juga dikenal dengan nama Gladak Perak. Jembatan yang pertama dibangun pertama kali pada 1947 dan dibangun ulang dengan lebar 8 meter dan panjang hampir 130 meter itu runtuh terterjang lahar panas pada 4 Desember 2021 lalu. Puan mendengar penjelasan dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang rencana perbaikan yang akan dilakukan terhadap jembatan tersebut.
Baca juga: Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital
Selanjutnya meninjau dapur umur yang dikelola Palang Merah Indonesia (PMI), salah satu dapur umum yang ada di Pronojiwo. Di sini, Puan berbincang dengan tim gabungan PMI dan TNI yang bahu membahu memasak ratusan porsi makanan untuk didistribusikan bagi para pengungsi sebanyak tiga kali dalam sehari. Puan sempat berbincang tentang menu-menu yang disajikan hari ini.
Sebelum beranjak ke titik kunjungan berikutnya, Puan sempat pula berbincang dengan beberapa orang ibu, warga yang terdampak bencana yang menyampaikan harapannya untuk bisa direlokasi karena rumahnya berada hanya sekitar 300 meter dari kaki gunung yang termasuk dalam radius bahaya.
"Rumah saya tidak rusak, tapi saya tidak lagi berani tinggal di lokasi itu karena khawatir tiba-tiba ada semburan awan panas lagi. Kalau bolehkah, saya ingin ikut direlokasi saja," kata seorang ibu bernama Ria Salamah, warga dusun Kamar A yang ada di Desa Sumbersari, Pronojiwo.
Baca juga: Istrinya Disetubuhi hingga Hamil, Pria Madura Ini Nekat Carok Pelaku
Lihat Juga :