Jelang HUT Ke-5 Kodam XVIII/Kasuari, Pangdam Lepas Ratusan Bibit Penyu di Desa Minyumfoka
Minggu, 19 Desember 2021 - 11:51 WIB
loading...
Dalam rangka memperingati HUT ke-5 Kodam XVIII/Ksuari, berbagai kegiatan dilaksanakan Kodam, salah satunya ikut melestarikan alam dengan melepas ratusan bibit penyu . (Ist)
A
A
A
MANOKWARI - Dalam rangka memperingati HUT ke-5 Kodam XVIII/Ksuari, berbagai kegiatan dilaksanakan Kodam, salah satunya ikut melestarikan alam dengan melepas ratusan bibit penyu (Tukik) di Desa Minyumfoka, Distrik Manokwari Utara, Papua Barat, Sabtu (18/12/2021).
Kegiatan tersebut melibatkan Pangdam XVIII/Kasuari , Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han)., didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Ade Nyoman Cantiasa dan pejabat Kodam dan pengurus persit lainnya.
Melalui kegiatan ini Pangdam berterimakasih kepada Parjurit Kasuari karena dapat melaksanakan tugas dengan baik dan tetap dicintai oleh seluruh masyarakat di wilayah Papua Barat.
“Saya banyak mendengar masukan dari para tokoh masyarakat, dari Babinsa, Danramil, bahwa komunikasi diantara kita semua baik sekali untuk itu saya minta ini terus dijaga karena TNI berasal dari rakyat,” ucapnya.
Ia menambahkan terdapat tujuh jenis Tukik yang dikenal dimana enam diantaranya ada di Indonesia yaitu di Papua Barat sehingga perlu dilestarikan.
Kegiatan tersebut melibatkan Pangdam XVIII/Kasuari , Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han)., didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Ade Nyoman Cantiasa dan pejabat Kodam dan pengurus persit lainnya.
Melalui kegiatan ini Pangdam berterimakasih kepada Parjurit Kasuari karena dapat melaksanakan tugas dengan baik dan tetap dicintai oleh seluruh masyarakat di wilayah Papua Barat.
“Saya banyak mendengar masukan dari para tokoh masyarakat, dari Babinsa, Danramil, bahwa komunikasi diantara kita semua baik sekali untuk itu saya minta ini terus dijaga karena TNI berasal dari rakyat,” ucapnya.
Ia menambahkan terdapat tujuh jenis Tukik yang dikenal dimana enam diantaranya ada di Indonesia yaitu di Papua Barat sehingga perlu dilestarikan.
Lihat Juga :