Tanding Silat Berujung Protes, IPSI Tangsel: Hanya Kesalahpahaman
Sabtu, 18 Desember 2021 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Pertemuan pun digelar guna menyelesaikan kesalahpahaman itu. IPSI Tangsel memanggil seluruh pihak terkait dalam pertandingan tersebut, termasuk perguruan silat dan pelatih MFAA, panitia penyelenggara, wasit, tim medis, serta tim juri. Mediasi membahas secara detil fakta-fakta yang terjadi dalam pertandingan.
"Persoalan yang terjadi adalah adanya peserta yang dalam bertanding luka di mulut, lalu kemudian menurut dokter itu dinyatakan unfit dan tidak dapat melanjutkan pertandingan maka sesuai aturan dan tata tertib pertandingan maka si peserta dinyatakan unfit. Hasil pertandingan kemudian dimenangkan oleh lawannya," terang Ketua IPSI Tangsel Tomy Patria Edwardy di Tangsel, Sabtu (18/12/21).
Dilanjutkan Tomy, dalam pertandingan semifinal turut menyaksikan 3 wasit dan seorang kepala pertandingan. Seluruhnya menyatakan tak ada kecurangan. Kekalahan peserta MFAA murni akibat luka yang dialami, hingga diputuskan menghentikan pertandingan demi keamanan peserta itu sendiri. Baca juga: Jawara Indonesia Terbentuk, Gus Nabil: Ruang Silaturahmi Pesilat Indonesia
"Dan bisa dipastikan dalam pertandingan itu tidak ada kecurangan, karena memang kami IPSI Tangsel serapih mungkin, sebaik mungkin, dan setepat mungkin tidak boleh ada kesalahan," sambungnya.
Hasil mediasi akhirnya menyepakati bahwa tudingan kecurangan tak lain hanyalah buntut kesalahpahaman. Baik panitia, wasit, pelatih, dan keluarga MFAA saling meminta maaf. Mereka secara bulat tak lagi memersoalkan hasil pertandingan tersebut.
"Persoalan yang terjadi adalah adanya peserta yang dalam bertanding luka di mulut, lalu kemudian menurut dokter itu dinyatakan unfit dan tidak dapat melanjutkan pertandingan maka sesuai aturan dan tata tertib pertandingan maka si peserta dinyatakan unfit. Hasil pertandingan kemudian dimenangkan oleh lawannya," terang Ketua IPSI Tangsel Tomy Patria Edwardy di Tangsel, Sabtu (18/12/21).
Dilanjutkan Tomy, dalam pertandingan semifinal turut menyaksikan 3 wasit dan seorang kepala pertandingan. Seluruhnya menyatakan tak ada kecurangan. Kekalahan peserta MFAA murni akibat luka yang dialami, hingga diputuskan menghentikan pertandingan demi keamanan peserta itu sendiri. Baca juga: Jawara Indonesia Terbentuk, Gus Nabil: Ruang Silaturahmi Pesilat Indonesia
"Dan bisa dipastikan dalam pertandingan itu tidak ada kecurangan, karena memang kami IPSI Tangsel serapih mungkin, sebaik mungkin, dan setepat mungkin tidak boleh ada kesalahan," sambungnya.
Hasil mediasi akhirnya menyepakati bahwa tudingan kecurangan tak lain hanyalah buntut kesalahpahaman. Baik panitia, wasit, pelatih, dan keluarga MFAA saling meminta maaf. Mereka secara bulat tak lagi memersoalkan hasil pertandingan tersebut.
Lihat Juga :