Datangkan Pawang Buaya, Jasad Jono Ditemukan Sudah Tercabik-Cabik
Jum'at, 17 Desember 2021 - 13:05 WIB
loading...
Tim gabungan BPBD Kabupaten Banyuasin bersama warga menemukan jasad Jono (57), warga Talang Kacang RT.4 RW 1, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin. Foto SINDOnews
A
A
A
BANYUASIN - Tim gabungan BPBD Kabupaten Banyuasin bersama warga menemukan jasad Jono (57), warga Talang Kacang RT.4 RW 1, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, yang diterkam buaya , Rabu (15/12/2021) lalu.
Camat Suak Tapeh Banyuasin, Shahasdiman Ralibi mengatakan, pihaknya bersama warga sekitar melakukan penyisiran di sepanjang tepian Sungai Sedang dengan berbekal senter dan kayu. Baca juga:Tanam Kelapa di Tepi Sungai Petani di Banyuasin Hilang Diterkam Buaya
"Upaya pencarian sempat dihentikan karena sudah tengah malam, ditambah dengan kondisi cuaca yang mulai turun hujan. Jadi tim sepakat kembali melanjutkan besok paginya," ujarnya, Jumat (17/12/2021).
Pagi harinya, lanjut Shahasdiman, tim gabungan kembali melakukan pencarian dengan dibantu warga dan keluarga. Bahkan, warga juga mengundang dua pawang buaya yang berasal dari Pemulutan Ogan Ilir dan Langkan Banyuasin.
"Ada petunjuk dari pawang, kalau korban ini berada di dasar sungai. Percaya tidak percaya, karena menurut pawang korban itu berada 500 meter dari lokasi awal disambar," katanya.
Tim gabungan pun menuruti apa yang diarahkan pawang. Sekitar 500 meter dari lokasi awal korban disambar, tim bersama keluarga dan warga memutuskan mencari korban di titik 500 meter dari tempat awal disambarnya korban.
"Sekitar pukul 11.00, akhirnya korban Jono ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Saat diangkat, kondisinya sudah tercabik-cabik. Kepala korban juga sudah hancur, mungkin karena buaya yang menyambarnya. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dimasukan ke kantong mayat. Karena kondisi mayat yang sudah tercabik-cabik dan kepala tidak utuh lagi," katanya.
Dari informasi yang dihimpun, Sungai Sedang tersebut diketahui merupakan perlintasan buaya. Namun, menurutnya belum bisa dipastikan bila Sungai Sedang merupakan habitat dari buaya muara. Baca juga: Kekuatan Rahang Buaya, 3 Kali Lebih Kuat dari Singa dan Sensitif Seperti Jari Manusia
"Kami juga mengimbau masyarakat yang biasa beraktivitas berkebun di dekat tepian sungai agar lebih waspada. Karena, terkadang buaya muncul tidak terlihat lantaran tertutupi rerumputan dan tanaman air lainnya," jelasnya.
Camat Suak Tapeh Banyuasin, Shahasdiman Ralibi mengatakan, pihaknya bersama warga sekitar melakukan penyisiran di sepanjang tepian Sungai Sedang dengan berbekal senter dan kayu. Baca juga:Tanam Kelapa di Tepi Sungai Petani di Banyuasin Hilang Diterkam Buaya
"Upaya pencarian sempat dihentikan karena sudah tengah malam, ditambah dengan kondisi cuaca yang mulai turun hujan. Jadi tim sepakat kembali melanjutkan besok paginya," ujarnya, Jumat (17/12/2021).
Pagi harinya, lanjut Shahasdiman, tim gabungan kembali melakukan pencarian dengan dibantu warga dan keluarga. Bahkan, warga juga mengundang dua pawang buaya yang berasal dari Pemulutan Ogan Ilir dan Langkan Banyuasin.
"Ada petunjuk dari pawang, kalau korban ini berada di dasar sungai. Percaya tidak percaya, karena menurut pawang korban itu berada 500 meter dari lokasi awal disambar," katanya.
Tim gabungan pun menuruti apa yang diarahkan pawang. Sekitar 500 meter dari lokasi awal korban disambar, tim bersama keluarga dan warga memutuskan mencari korban di titik 500 meter dari tempat awal disambarnya korban.
"Sekitar pukul 11.00, akhirnya korban Jono ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Saat diangkat, kondisinya sudah tercabik-cabik. Kepala korban juga sudah hancur, mungkin karena buaya yang menyambarnya. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dimasukan ke kantong mayat. Karena kondisi mayat yang sudah tercabik-cabik dan kepala tidak utuh lagi," katanya.
Dari informasi yang dihimpun, Sungai Sedang tersebut diketahui merupakan perlintasan buaya. Namun, menurutnya belum bisa dipastikan bila Sungai Sedang merupakan habitat dari buaya muara. Baca juga: Kekuatan Rahang Buaya, 3 Kali Lebih Kuat dari Singa dan Sensitif Seperti Jari Manusia
"Kami juga mengimbau masyarakat yang biasa beraktivitas berkebun di dekat tepian sungai agar lebih waspada. Karena, terkadang buaya muncul tidak terlihat lantaran tertutupi rerumputan dan tanaman air lainnya," jelasnya.
(don)
Lihat Juga :