Wisma Atlet Ditutup Sementara, Rusun Nagrak Disiapkan untuk Tempat Karantina Terpusat
Jum'at, 17 Desember 2021 - 08:09 WIB
loading...
RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, ditutup sementara hingga tujuh hari kedepan. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk me-lockdown RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga tujuh hari kedepan. Hal itu imbas dari temuan pertama kasus varian Omicron pada petugas kebersihan RSDC Wisma Atlet.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan, RSDC Wisma Atlet Kemayoran merupakan rumah sakit khusus untuk merawat pasien Covid-19 sejak pandemi melanda Indonesia pada pertengahan Maret 2020. Dalam beberapa pekan terakhir, tower rumah sakit ini difungsikan sebagai tempat karantina pelaku perjalanan internasional, melengkapi Wisma Atlet Pademangan.
Namun, pemerintah juga membuka Rusun Nagrak, di Cilincing Jakarta Utara untuk karantina terpusat bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Pelajar, dan ASN sebagai cadangan tempat karantina. Baca juga: Kasatgas Covid-19: RSDC Wisma Atlet Lockdown 7 Hari
“Rusun Nagrak memiliki kapasitas lebih dari 4.000 tempat tidur. Dua hari lalu, saya sudah mengecek kesiapannya," kata Suharyanto dalam siaran persnya, Rabu 16 Desember 2021 malam.
Suharyanto menjelaskan soal penutupan RSDC ini, keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid-19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait hari ini.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan, RSDC Wisma Atlet Kemayoran merupakan rumah sakit khusus untuk merawat pasien Covid-19 sejak pandemi melanda Indonesia pada pertengahan Maret 2020. Dalam beberapa pekan terakhir, tower rumah sakit ini difungsikan sebagai tempat karantina pelaku perjalanan internasional, melengkapi Wisma Atlet Pademangan.
Namun, pemerintah juga membuka Rusun Nagrak, di Cilincing Jakarta Utara untuk karantina terpusat bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Pelajar, dan ASN sebagai cadangan tempat karantina. Baca juga: Kasatgas Covid-19: RSDC Wisma Atlet Lockdown 7 Hari
“Rusun Nagrak memiliki kapasitas lebih dari 4.000 tempat tidur. Dua hari lalu, saya sudah mengecek kesiapannya," kata Suharyanto dalam siaran persnya, Rabu 16 Desember 2021 malam.
Suharyanto menjelaskan soal penutupan RSDC ini, keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid-19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait hari ini.
Lihat Juga :