Nestapa Bocah 12 Tahun, Dijual Rp1.000.000 oleh Ayahnya, Kini Sebatangkara
Kamis, 16 Desember 2021 - 16:18 WIB
loading...
Namanya Farhan, berumur 12 tahun. Kisah hidupnya mencuat, usai tangannya patah saat bermain bola. SINDOnews/Ashadi
A
A
A
GRESIK - Namanya Farhan, berumur 12 tahun. Kisah hidupnya mencuat, usai tangannya patah saat bermain bola. Bocah yatim piatu itu sekolah di MI Munawaroh Dusun Gadukan, Desa Glangang RT 5 RW 2 Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Jawa timur.
Saat ini, Farhan tinggal bersama neneknya, Kina (71). Tinggal di rumah sepetak , di lahan milik desa. Nenek Kina tidak punya penghasilan. Praktis keseharian mengharap belas kasihan para tetangga.
Untungnya, biaya sekolah Farhan gratis. Guru MI Almunawaroh, Ida Rusdiana mengatakan, sejak dilahirkan, Farhan kerap dirundung sedih. Saat lahir, ibunya meninggal. Saat usia 9 tahun, bapaknya yang sopir mengalami kecelakaan dan meninggal. “Jadi yatim piatu sejak kecil,” ujarnya.
Diceritakan, saat Farhan kecil, sempat diajak bapaknya ke Surabaya. Saat itu, Farhan sempat dijual ke orang Mojokerto seharga Rp1 juta.
Namun, setelah empat bulan baru diambil nenek kandungnya, Kani. “Empat bulan itu Farhan tidak kerasan,” ungkap Ida Rusdiana yang warga Tumapel itu.
Saat ini, Farhan tinggal bersama neneknya, Kina (71). Tinggal di rumah sepetak , di lahan milik desa. Nenek Kina tidak punya penghasilan. Praktis keseharian mengharap belas kasihan para tetangga.
Untungnya, biaya sekolah Farhan gratis. Guru MI Almunawaroh, Ida Rusdiana mengatakan, sejak dilahirkan, Farhan kerap dirundung sedih. Saat lahir, ibunya meninggal. Saat usia 9 tahun, bapaknya yang sopir mengalami kecelakaan dan meninggal. “Jadi yatim piatu sejak kecil,” ujarnya.
Diceritakan, saat Farhan kecil, sempat diajak bapaknya ke Surabaya. Saat itu, Farhan sempat dijual ke orang Mojokerto seharga Rp1 juta.
Namun, setelah empat bulan baru diambil nenek kandungnya, Kani. “Empat bulan itu Farhan tidak kerasan,” ungkap Ida Rusdiana yang warga Tumapel itu.
Lihat Juga :