Pemkab Luwu Timur Raih Penghargaan Smart Living dari Kementerian Kominfo
Rabu, 15 Desember 2021 - 17:58 WIB
loading...
Bupati Luwu Timur, Budiman menerima penghargaan smart living dari Kementerian Kominfo, Selasa 14 Desember kemarin. Foto: Humas Pemkab Luwu Timur
A
A
A
LUWU TIMUR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berhasil meraih penghargaan smart living dari Kementerian Kominfo. Penghargaan diserahkan pada Indonesia Smart City Conference (ISCC) Tahun 2021 di International Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang, Selasa 14 Desember.
Penghargaan diserahkan Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo RI, Semuel Abrijani Pangerapan kepada Bupati Luwu Timur, Budiman . Penghargaan diberikan atas pencapaian Pemkab Luwu Timur dalam penyusunan masterplan dan implementasi program smart city.
Baca juga:Pelatihan dan Mitigasi Bencana Perlu Dilakukan Secara Rutin
Bupati Luwu Timur, Budiman yang didampingi Kepala Dinas Kominfo Luwu Timur, Masdin mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan tersebut.
Budiman menyampaikan, penghargaan ini tidak terlepas dari keberhasilan inovasi program-program yang telah dilaksanakan dalam melengkapi konsep keseluruhan smart city di Luwu Timur yang digagas sejak 2018.
"Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Luwu Timur. Capaian positif ini merupakan hasil kolaborasi bersama antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Saran dan masukan dari para stakeholder kepada pemerintah daerah telah mendorong kami selaku pemangku kebijakan untuk terus berinovasi," kata Budiman.
Baca juga:Wakil Presiden Direktur PT Vale Bagikan Ilmu Kepemimpinan untuk Kasek di Lutim
Penghargaan ini kata Budiman menjadi pemacu semangat bagi pemerintah untuk terus berupaya mewujudkan program smart city, demi mendukung percepatan pelayanan, kenyamanan serta kemudahan bagi masyarakat.
Kegiatan ISCC 2021 yang diikuti 100 kabupaten/kota se-Indonesia ini merupakan program utama Kementerian Kominfo melalui Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP), bersama dengan kementerian lain dalam Gerakan Menuju 100 Smart City. Hal ini guna meningkatkan pelayanan yang berbasis pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Digital.
Dalam acara itu, Menkominfo RI, Johnny G Plate didampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Ismail, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif, para narasumber dan 100 kepala daerah yang secara aktif melaksanakan program smart city.
Baca juga:Pemkab Luwu Timur Genjot Pembangunan Infrastruktur di Malili
Dalam sambutannya, Menkominfo menyampaikan bahwa pendekatan integrasi kota cerdas ke dalam industri pariwisata akan menjadi mekanisme untuk menumbuhkan resiliensi di tengah disrupsi akibat pandemi Covid-19 .
“Gerakan menuju smart city adalah sebuah inisiatif bersama antara Kominfo melalui kolaborasi dengan berbagai elemen dalam mendorong pembangunan berbasis smart city di Indonesia. Dalam gerakan ini, Kemenkominfo melakukan proses pembimbingan dan pendampingan kepada pemerintah kota dan kabupaten yang terpilih dalam membuat rencana induk atau master plan pembangunan smart city,” jelas Menteri Johnny.
Menkominfo menjelaskan, gerakan menuju smart city telah dimulai sejak tahun 2017. Pada tahun 2019 program tersebut telah berhasil memfasilitasi 100 kabupaten/kota di 23 provinsi dalam menyusun rencana induk atau master plan smart city.
Baca juga:Penyusunan RDTR Perkotaan Matoto Diharap Prioritaskan Ruang Terbuka Hijau
“Dalam pengembangan smart city ini, diperlukan sebuah tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, transparan serta yang akuntabel sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup bagi masyarakat,” tandasnya.
Acara pemberian penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan dimensi/pilar program smart city secara bertahap. Adapun pilar yang dimaksud adalah dimensi smart governance, smart branding, smart economy, smart society, smart living dan dimensi smart environment.
Penghargaan diserahkan Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo RI, Semuel Abrijani Pangerapan kepada Bupati Luwu Timur, Budiman . Penghargaan diberikan atas pencapaian Pemkab Luwu Timur dalam penyusunan masterplan dan implementasi program smart city.
Baca juga:Pelatihan dan Mitigasi Bencana Perlu Dilakukan Secara Rutin
Bupati Luwu Timur, Budiman yang didampingi Kepala Dinas Kominfo Luwu Timur, Masdin mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan tersebut.
Budiman menyampaikan, penghargaan ini tidak terlepas dari keberhasilan inovasi program-program yang telah dilaksanakan dalam melengkapi konsep keseluruhan smart city di Luwu Timur yang digagas sejak 2018.
"Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Luwu Timur. Capaian positif ini merupakan hasil kolaborasi bersama antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Saran dan masukan dari para stakeholder kepada pemerintah daerah telah mendorong kami selaku pemangku kebijakan untuk terus berinovasi," kata Budiman.
Baca juga:Wakil Presiden Direktur PT Vale Bagikan Ilmu Kepemimpinan untuk Kasek di Lutim
Penghargaan ini kata Budiman menjadi pemacu semangat bagi pemerintah untuk terus berupaya mewujudkan program smart city, demi mendukung percepatan pelayanan, kenyamanan serta kemudahan bagi masyarakat.
Kegiatan ISCC 2021 yang diikuti 100 kabupaten/kota se-Indonesia ini merupakan program utama Kementerian Kominfo melalui Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP), bersama dengan kementerian lain dalam Gerakan Menuju 100 Smart City. Hal ini guna meningkatkan pelayanan yang berbasis pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Digital.
Dalam acara itu, Menkominfo RI, Johnny G Plate didampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Ismail, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif, para narasumber dan 100 kepala daerah yang secara aktif melaksanakan program smart city.
Baca juga:Pemkab Luwu Timur Genjot Pembangunan Infrastruktur di Malili
Dalam sambutannya, Menkominfo menyampaikan bahwa pendekatan integrasi kota cerdas ke dalam industri pariwisata akan menjadi mekanisme untuk menumbuhkan resiliensi di tengah disrupsi akibat pandemi Covid-19 .
“Gerakan menuju smart city adalah sebuah inisiatif bersama antara Kominfo melalui kolaborasi dengan berbagai elemen dalam mendorong pembangunan berbasis smart city di Indonesia. Dalam gerakan ini, Kemenkominfo melakukan proses pembimbingan dan pendampingan kepada pemerintah kota dan kabupaten yang terpilih dalam membuat rencana induk atau master plan pembangunan smart city,” jelas Menteri Johnny.
Menkominfo menjelaskan, gerakan menuju smart city telah dimulai sejak tahun 2017. Pada tahun 2019 program tersebut telah berhasil memfasilitasi 100 kabupaten/kota di 23 provinsi dalam menyusun rencana induk atau master plan smart city.
Baca juga:Penyusunan RDTR Perkotaan Matoto Diharap Prioritaskan Ruang Terbuka Hijau
“Dalam pengembangan smart city ini, diperlukan sebuah tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, transparan serta yang akuntabel sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup bagi masyarakat,” tandasnya.
Acara pemberian penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan dimensi/pilar program smart city secara bertahap. Adapun pilar yang dimaksud adalah dimensi smart governance, smart branding, smart economy, smart society, smart living dan dimensi smart environment.
(luq)
Lihat Juga :