Kisah Tragis Dibalik Nama Desa Matamu di Gresik yang Berganti Jadi Tulung
Selasa, 14 Desember 2021 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Bahasa Jawa Kromo, berjalan kaki itu disebut mlampah. Karena berniat hendak menegur, maka seorang warga menegur dengan kalimat "Kok mlampah mawon?" Artinya kok berjalan saja. "Karena seringnya orang menyapa dengan kata-kata itu maka desa itu disebut denga Desa Lampah," tegasnya.
Baca juga: Diguncang Gempa M 7,5 Begini Kepanikan Warga Maumere Lari Menjauhi Laut
Selanjutnya, nama unik Dusun Gorekan. Perlu diingat, selain karena nama unik, dusun ini juga kerap viral di media sosial karena peristiwa meyebrangkan jenazah orang meninggal ke bantaran sungai Kali Lamong, menuju pemakaman desa setempat. Namun, dari sepenggal kisah dramatis itu ternyata dusun itu memilki sejarah penamaan.
Diceritakan, suatu hari seorang warga memandikan kerbau, tiba-tiba muncul dua orang laki-laki dan perempuan dari balik gerumbul semak-semak. Suami istri yang ditegur tiba-tiba, merasa takut dan kaget. Karena takut dan kaget yang sangat, kedua orang itu terkena serangan jantung dan meninggal seketika.
"Kedua pengembara itu merasa sedih karena menyebabkan kematian suami istri itu. Mereka kemudian menguburkan kedua orang disamping lubang penampungan air yang ada," bebernya. Desa tempat meninggalnya kedua orang itu kemudian diberi nama Gorekan, yang bermakna ditegur malah gemetaran dan akhirnya meninggal. Wis-wis, onok- onok ae.
Cerita asal-usul nama desa ini masih patut untuk dicari kebenaran, karena masih berasal dari cerita rakyat. Tetapi banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dan ditularkan pada generasi muda. Bagi sebagian orang, mungkin pemberian nama itu asal-asalan saja. Apalah arti sebuah nama. Tetapi sesungguhnya nama adalah doa.
Baca juga: Diguncang Gempa M 7,5 Begini Kepanikan Warga Maumere Lari Menjauhi Laut
Selanjutnya, nama unik Dusun Gorekan. Perlu diingat, selain karena nama unik, dusun ini juga kerap viral di media sosial karena peristiwa meyebrangkan jenazah orang meninggal ke bantaran sungai Kali Lamong, menuju pemakaman desa setempat. Namun, dari sepenggal kisah dramatis itu ternyata dusun itu memilki sejarah penamaan.
Diceritakan, suatu hari seorang warga memandikan kerbau, tiba-tiba muncul dua orang laki-laki dan perempuan dari balik gerumbul semak-semak. Suami istri yang ditegur tiba-tiba, merasa takut dan kaget. Karena takut dan kaget yang sangat, kedua orang itu terkena serangan jantung dan meninggal seketika.
"Kedua pengembara itu merasa sedih karena menyebabkan kematian suami istri itu. Mereka kemudian menguburkan kedua orang disamping lubang penampungan air yang ada," bebernya. Desa tempat meninggalnya kedua orang itu kemudian diberi nama Gorekan, yang bermakna ditegur malah gemetaran dan akhirnya meninggal. Wis-wis, onok- onok ae.
Cerita asal-usul nama desa ini masih patut untuk dicari kebenaran, karena masih berasal dari cerita rakyat. Tetapi banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dan ditularkan pada generasi muda. Bagi sebagian orang, mungkin pemberian nama itu asal-asalan saja. Apalah arti sebuah nama. Tetapi sesungguhnya nama adalah doa.
(eyt)
Lihat Juga :