Gus Muwafiq: Moderasi Beragama untuk Kedamaian dan Keutuhan NKRI

Selasa, 14 Desember 2021 - 13:05 WIB
loading...
Gus Muwafiq: Moderasi...
Gus Muwafiq menyatakan kedamaian itu penting dan moderasi beragama adalah langkah untuk menciptakan perdamaian bersama. Foto/Ist
A A A
BOGOR - Indonesia adalah negara ber- Bhinneka Tunggal Ika yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, bahasa, pulau, dan sebagainya dalam naungan Garuda Pancasila. Karena itu tidak ada tempat di Indonesia bagi kelompok atau orang yang ingin mendirikan khilafah.

Untuk itulah, di era sekarang ini para kiai dan ulama harus menggaungkan moderasi untuk menciptakan perdamaian dan memperkuat persatuan NKRI.

Baca juga: Kemenag Luncurkan Buku Moderasi Beragama dalam 3 Bahasa

“Kiai harus bicara moderasi beragama, soalnya kalau kita tidak damai, apalagi sampai terjadi konflik, kehidupan akan berhenti. Pengusaha dan pasar tidak terserap. Makanya kedamaian itu penting dan moderasi beragama adalah langkah untuk menciptakan perdamaian bersama. Kita boleh berbeda dalam hal apapun, tapi yang kita pijak adalah bumi yang sama, dan tanah air yang sama,” kata KH Ahmad Muwafiq di Bogor dikuti Selasa (14/12/2021).

Gus Muwafiq, panggilan karib KH Ahmad Muwafiq mengatakan hal tersebut pada pembukaan Muktamar Pemikiran dan Halaqah Kiai/Nyai Muda bertema “Menguatkan Moderasi Beragama Sebagai Gerakan Civil Society” yang digelar selama tiga hari di Pondok Pesantren Al Falak, Pagentongan, Bogor, 13-14 Desember 2021.

Gus Muwafiq menegaskan bahwa moderasi beragama itu sangat penting. Menurutnya, tidak ada satupun di dunia bisa berdiri sendiri. Artinya, moderasi itu adalah memahami bahwa ada sesuatu yang saling membutuhkan dan saling ketergantungan dalam hal apapun.

Contohnya, agama butuh moderasi karena agama mengantarkan manusia dari dunia ke akhirat.
Ia melanjutkan, dalam konteks dunia itu temannya banyak. Seperti salat ada temannya yaitu masjid. Kemudian masjid temannya BPN karena ada urusan tanah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kukuhkan Rumah Moderasi...
Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama, Staf Khusus Menag: Terus Jaga Kerukunan
Muktamar Krapyak, Ulama...
Muktamar Krapyak, Ulama Muda Rumuskan Teologi Kerukunan Kosmik
BNPT Ajak Masyarakat...
BNPT Ajak Masyarakat Manggarai Barat Perkuat Komunikasi dan Deteksi Dini
Siap Perkuat Partai...
Siap Perkuat Partai Perindo Banten, Ratu Ageng Rekawati: Mari Bergandengan Tangan untuk NKRI
TK Roudlotul Abidin...
TK Roudlotul Abidin Blanten Juara I Moderasi Kabupaten Semarang
Pilkada Serentak 2024,...
Pilkada Serentak 2024, Mantan Napiter: Jaga Kesatuan dan Persatuan NKRI
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Kapolri Tekankan Sinergisitas...
Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI
Kementerian, TNI, dan...
Kementerian, TNI, dan Polri Kolaborasi Perkuat Moderasi Beragama
Rekomendasi
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Sinopsis Disclosure...
Sinopsis Disclosure Day, Film Terbaru Steven Spielberg tentang Rahasia Alien yang Guncang Dunia
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Berita Terkini
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved