5 Peneliti Muda Dapat Penghargaan Merck Young Scientist Award
Selasa, 14 Desember 2021 - 00:54 WIB
loading...
A
A
A
Andri Hardiansyah, sebagai pemenang ketiga dengan risetnya berjudul 'Facile and Green Synthesis of Hydrogels of Graphene/Polymer for Tissue Engineering and Drug Delivery Applications: Evaluation of Chemical Interaction, Structure, Cellular In Vitro Study and Response to The External Stimuli'.
Febri Wulandari, sebagai pemenang keempat dengan risetnya berjudul 'Estimating The Anti-Proliferative Effects of A New Monocarbonyl Curcumin Analog with Fluor Substituent, FCCA-1, in Combination with Doxorubicin'. Baca juga:
Hasil Riset UGM, Ubur-ubur Alternatif Penghambat Kanker Payudara
Yesiska Kristina Hartanti, pemenang kelima dengan riset berjudul 'Lumbricus rubellus Protein Fraction DLBS1033N Prevents High Glucose-Induced Schwann Cell Cytotoxicity: The Role of Cell Viability, Apoptosis, and Differentiation in An In Vitro Model for Diabetic Neuropathy'.
Dr Ratih Asmana Ningrum, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, proses seleksi dilakukan secara ketat. Panel juri memberikan penilaian berdasarkan tiga aspek peneliatan, yaitu proses dan pelaksanaan riset, kreativitas dan originalitas riset, dan juga kemampuan riset dalam mengingkatkan kesehatan masyarakat dan mendorong perkembangan sektor life science.
"Kami senang melihat antusiasme dari para peneliti muda yang telah mengirimkan proposal riset mereka dan berkontribusi dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya di bidang life science,” kata Ratih Asmana Ningrum, yang juga Ketua Panel Juri untuk Merck Young Scientist Award.
Febri Wulandari, sebagai pemenang keempat dengan risetnya berjudul 'Estimating The Anti-Proliferative Effects of A New Monocarbonyl Curcumin Analog with Fluor Substituent, FCCA-1, in Combination with Doxorubicin'. Baca juga:
Hasil Riset UGM, Ubur-ubur Alternatif Penghambat Kanker Payudara
Yesiska Kristina Hartanti, pemenang kelima dengan riset berjudul 'Lumbricus rubellus Protein Fraction DLBS1033N Prevents High Glucose-Induced Schwann Cell Cytotoxicity: The Role of Cell Viability, Apoptosis, and Differentiation in An In Vitro Model for Diabetic Neuropathy'.
Dr Ratih Asmana Ningrum, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, proses seleksi dilakukan secara ketat. Panel juri memberikan penilaian berdasarkan tiga aspek peneliatan, yaitu proses dan pelaksanaan riset, kreativitas dan originalitas riset, dan juga kemampuan riset dalam mengingkatkan kesehatan masyarakat dan mendorong perkembangan sektor life science.
"Kami senang melihat antusiasme dari para peneliti muda yang telah mengirimkan proposal riset mereka dan berkontribusi dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya di bidang life science,” kata Ratih Asmana Ningrum, yang juga Ketua Panel Juri untuk Merck Young Scientist Award.
Lihat Juga :