Dramatis! Janda Tua Ini Dorong Anaknya yang Cacat Pakai Kepala Demi Selamatkan dari Awan Panas Semeru

Sabtu, 11 Desember 2021 - 18:00 WIB
loading...
Dramatis! Janda Tua...
Demi selamatkan anaknya yang mengalami berkebutuhan khusus, seorang ibu tua mendorong anaknya menggunakan kepalanya menaiki bukit saat awan panas Gunung Semeru menerjang dusunya. Foto/iNews TV/Cucuk Donartono
A A A
LUMAJANG - Terjangan awan panas Gunung Semeru, pada Sabtu (4/12/2021) sore, menyisakan pilu bagi Ngatri. Ibu rumah tangga ini, harus berjibaku di bawah guyuran material vulkanik menyelamatkan anaknya yang kondisinya cacat fisik.

Baca juga: Ada Bukaan Baru Aliran Lava di Puncak Gunung Semeru, Begini Penampakannya

Wanita berusia 50 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini, dilanda kepanikan saat awan panas dari Gunung Semeru menerjang. "Waktu itu anak saya sedang di kamar mandi, dan saya istirahat. Tiba-tiba tetangga semua teriak-teriak, dan saat saya ke luar rumah, kondisinya sudah gelap akibat abu," ungkapnya.



Ngatri tak dapat membendung air matanya, saat menuturkan upayanya menyelamatkan diri bersama anaknya. Saat itu dia langsung masuk ke rumah mencari anaknya, dan menariknya ke luar untuk menyelamatkan diri.

Baca juga: 116 Hari Pembunuhan di Subang Belum Terungkap, Yosef dan Istri Mudanya Tertekan Tuduhan Netizen

Karena kondisi anaknya cacat, Ngatri terpaksa harus menarik anaknya sendirian, karena anaknya tidak bisa berjalan kaki. "Badannya luka-luka karena saya tarik. Tapi terus saya tarik, supaya selamat," ungkapnya.

Dalam kekalutan, Ngatri mencoba menyelamatkan diri bersam anaknya dengan mencari jalan pintas, menuruni jurang dan menaiki bukit. Bahkan, dia harus menggunakan kepalanya, untuk mendorong anaknya ke atas bukit.

Warga Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang ini mengaku kondisinya dan anaknya sudah hampir telanjang, karena harus berguling-guling di perbukitan.

Dramatis! Janda Tua Ini Dorong Anaknya yang Cacat Pakai Kepala Demi Selamatkan dari Awan Panas Semeru


Putra keduanya yang kini berusia 25 tahun tersebut, tak dapat berjalan kaki sendiri, sehingga Ngatri terkadang harus menggendongnya menuruni bukit menuju tempat yang aman dengan cepat, karena terus dikejar awan panas Gunung Semeru.

Janda dua anak ini, harus bertauh nyawa menyelamatkan dirinya dan puteranya di tengah situasi gelap dan ancaman terjangan lahar Gunung Semeru. "Saya tarik anak saya seperti sapi melewati jurang yang penuh airnya, karena jalan itu lebih dekat," tutur Ngatri.

Dengan keterbatasan fisiknya, dia terus berupaya menarik puteranya menuju tempat aman. Ngatri mengaku tak dapat melihat apa-apa di sekitarnya, dan para tetangganya sudah lari terlebih dahulu menyelamatkan diri.

Baca juga: Oknum Polisi di Pati 1,5 Tahun Setubuhi Istri TKI di Hotel dan Rekam Adegan Ranjangnya

Usai mencapai perbukitan dengan cara mendorong anaknya pakai kepala, Ngatri kebingungan untuk menuruni bukit tersebut, karena harus membawa anaknya yang mengalami keterbatasan fisik. "Beruntung ada tetangga yang mau menolong, dan membantu menggendong anak saya," tuturnya.

Kini Ngatri dan puteranya tinggal di tempat pengungsian, namun dia masih trauma dengan erupsi Gunung Semeru. Rumahnya hancur lebur tak bersisa. Bahkan, akibat trauma itu dia tak ingin kembali lagi ke rumahnya. Kalau pemerintah memberikannya tempat relokasi, dia akan ikut saja.

Erupsi Gunung Semeru, telah meluluhlantakkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Pronojiwo, dan Kecamatan Candipuro. Hingga kini, korban hilang akibat terjangan material vulkanik masih ada yang belum ditemukan. Warga yang menjadi korban, ingin direlokasi ke tempat yang lebih aman, dan meninggalkan dusunnya yang kini terkubur abu.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Malam Ini, Luncurkan Kolom Abu 2.000 Meter
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.500 Meter
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Awan Panas Guguran
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 900 Meter
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Setinggi 1.000 Meter
Wisata Ranu Regulo Dibuka...
Wisata Ranu Regulo Dibuka Kembali 21 Maret 2026: Kuota Pengunjung Dibatasi, Aturan Diperketate
Kembali Erupsi, Gunung...
Kembali Erupsi, Gunung Semeru Tetap Berstatus Siaga
Klaim Asuransi Cair...
Klaim Asuransi Cair untuk Ratusan Korban Erupsi Semeru
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
Bukan dari Jepang, Ini...
Bukan dari Jepang, Ini Motor Pertama yang Masuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved