Banjir Bikin Harga Komoditas Pangan Naik, Pelaku Usaha Kuliner Resah
Jum'at, 10 Desember 2021 - 22:40 WIB
loading...
Aktivitas jual beli di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Jumat (10/12). Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Dampak banjir ikut mengganggu stabilitas bahan-bahan pokok di Kota Makassar. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga akibat suplai barang yang tersendat.
Dibandingkan pekan lalu, ada kenaikan yang cukup signifikan pada beberapa jenis komoditas. Terutama cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Rata-rata kenaikannya berkisar Rp3 ribu.
Baca juga:UnhasPay Permudah Transaksi Digital di Perguruan Tinggi
Kenaikan harga ini cukup terasa bagi para pelaku usaha di Kota Makassar. Tak sedikit yang mengeluhkan kenaikannya. Terutama bagi mereka yang menggagas usaha di bidang kuliner.
“Beberapa hari lalu sempat saya dapat Rp70 ribu harganya untuk satu kilogram. Naik sekali harganya sekarang. Katanya karena banjir juga,” ujar salah seorang pelaku usaha kuliner di Jalan Abdullah Dg Sirua, Sumarni, Jumat (10/12).
Hal yang sama juga dikeluhkan pelaku kuliner lainnya, Inda Purnama. Dia menyebut kenaikan harga komoditas khususnya cabai di Kota Makassar cukup berpengaruh pada keberlangsungan bisnisnya.
Baca juga:Empat Kecamatan di Makassar Terdampak Kebocoran Pipa PDAM di Jalan AP Pettarani
“Kita tentu resah sebagai penjual. Apalagi di masa pandemi naik Rp3 ribu terasa sekali. Keuntungan menipis tapi harga jual kita tetap sama. Apalagi ini baru-baru banjir jadi restoran sempat tutup,” bebernya.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Ahmad menjelaskan, kenaikan harga beberapa komoditas ini tidak bisa dipungkiri. Faktor cuaca salah satu yang cukup mempengaruhi harga-harga komoditas tersebut.
“Diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sehingga banyak tanaman yang terendam. Transportasi dari lokasi distribusi ke konsumen dalam hal ini pasar mengalami kelambatan akibat jalanan terendam banjir ,” ungkapnya.
Baca juga:UNM Komitmen Lahirkan Entrepreneur Andal
Ahmad menuturkan, kenaikan harga sejumlah komoditas ini paling signifikan terjadi pada cabai dan bawang. Kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. Kemudian ditambah lagi faktor cuaca yang kurang mendukung.
“Akhir bulan lalu harga cabai merah hanya sekitar Rp20 ribu. Cabai rawit Rp23 ribuan. Kemudian bawang merah itu di kisaran Rp28 ribuan,” paparnya kepada SINDOnews, Jumat (10/12).
Sementara berdasarkan data pekan ini, kata dia, harga cabai merah sudah berada di kisaran Rp45 ribu, cabai rawit merah Rp60 ribuan, dan bawang merah Rp34 ribu. Sejumlah komoditas juga mengalami kenaikan namun tidak begitu signifikan.
Baca juga:Geledah Kantor PDAM Makassar, Kejati Amankan Dokumen Banking Pegawai
Plt Kadisdag Kota Makassar, Arlin menambahkan selain cabai dan bawang merah, harga minyak goreng dalam kemasan juga naik. Kini harganya berkisar Rp18-19 ribu per liternya.
“Diharapkan segera normal mengikuti normalnya produksi sejalan dengan permintaan pasar. Untuk pasar murah, sementara dilakukan kajian dan analisa untuk pelaksanaannya,” kata dia.
Dibandingkan pekan lalu, ada kenaikan yang cukup signifikan pada beberapa jenis komoditas. Terutama cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Rata-rata kenaikannya berkisar Rp3 ribu.
Baca juga:UnhasPay Permudah Transaksi Digital di Perguruan Tinggi
Kenaikan harga ini cukup terasa bagi para pelaku usaha di Kota Makassar. Tak sedikit yang mengeluhkan kenaikannya. Terutama bagi mereka yang menggagas usaha di bidang kuliner.
“Beberapa hari lalu sempat saya dapat Rp70 ribu harganya untuk satu kilogram. Naik sekali harganya sekarang. Katanya karena banjir juga,” ujar salah seorang pelaku usaha kuliner di Jalan Abdullah Dg Sirua, Sumarni, Jumat (10/12).
Hal yang sama juga dikeluhkan pelaku kuliner lainnya, Inda Purnama. Dia menyebut kenaikan harga komoditas khususnya cabai di Kota Makassar cukup berpengaruh pada keberlangsungan bisnisnya.
Baca juga:Empat Kecamatan di Makassar Terdampak Kebocoran Pipa PDAM di Jalan AP Pettarani
“Kita tentu resah sebagai penjual. Apalagi di masa pandemi naik Rp3 ribu terasa sekali. Keuntungan menipis tapi harga jual kita tetap sama. Apalagi ini baru-baru banjir jadi restoran sempat tutup,” bebernya.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Ahmad menjelaskan, kenaikan harga beberapa komoditas ini tidak bisa dipungkiri. Faktor cuaca salah satu yang cukup mempengaruhi harga-harga komoditas tersebut.
“Diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sehingga banyak tanaman yang terendam. Transportasi dari lokasi distribusi ke konsumen dalam hal ini pasar mengalami kelambatan akibat jalanan terendam banjir ,” ungkapnya.
Baca juga:UNM Komitmen Lahirkan Entrepreneur Andal
Ahmad menuturkan, kenaikan harga sejumlah komoditas ini paling signifikan terjadi pada cabai dan bawang. Kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. Kemudian ditambah lagi faktor cuaca yang kurang mendukung.
“Akhir bulan lalu harga cabai merah hanya sekitar Rp20 ribu. Cabai rawit Rp23 ribuan. Kemudian bawang merah itu di kisaran Rp28 ribuan,” paparnya kepada SINDOnews, Jumat (10/12).
Sementara berdasarkan data pekan ini, kata dia, harga cabai merah sudah berada di kisaran Rp45 ribu, cabai rawit merah Rp60 ribuan, dan bawang merah Rp34 ribu. Sejumlah komoditas juga mengalami kenaikan namun tidak begitu signifikan.
Baca juga:Geledah Kantor PDAM Makassar, Kejati Amankan Dokumen Banking Pegawai
Plt Kadisdag Kota Makassar, Arlin menambahkan selain cabai dan bawang merah, harga minyak goreng dalam kemasan juga naik. Kini harganya berkisar Rp18-19 ribu per liternya.
“Diharapkan segera normal mengikuti normalnya produksi sejalan dengan permintaan pasar. Untuk pasar murah, sementara dilakukan kajian dan analisa untuk pelaksanaannya,” kata dia.
(luq)
Lihat Juga :