Wali Kota Fairid: TPID Kota Palangka Raya Bisa Mengendalikan Inflasi
Jum'at, 10 Desember 2021 - 18:10 WIB
loading...
Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin, Kamis (9/12/2021).
A
A
A
PALANGKA RAYA - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengadakan Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara daring, Kamis (9/12/2021).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin diwakili Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Palangka Raya pada November 2021 berdasarkan dua kota acuan Palangka Raya dan Sampit terjadi inflasi di Kalimantan Tengah sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,84 inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pad November 2021 terjadi karena adanya peningkatan indeks.
Kelompok makanan minuman dan tembakau (0,58 persen) kelompok rekreasi olahraga dan budaya (0,34 persen), kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,26 persen), kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,23 persen) kelompok informasi komunikasi.
Dan jasa keuangan (0,7 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dan kelompok transportasi (0,08 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran dan kelompok kesehatan (0,07 persen), serta kelompok pakaian dan alas kaki (0,01 persen)
Tingkat inflasi tahun kalender Januari sampai November 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Kota Sampit tercatat sebesar 2,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun November 2021 terhadap November 2020 sebesar 2,81 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain minyak goreng, telur ayam ras, semangka, ikan gabus, dan sawi hijau komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain kacang panjang, daging ayam ras, mangga, ketimun, dan tomat
Wali Kota Fairid berpesan, pada kegiatan ini Pemko Palangka Raya melalui perangkat daerah terkait agar segera melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kebutuhan masyarakat, "Sehingga tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan apalagi saat ini sedang melakukan PPKM darurat Jawa-Bali pasti akan berpengaruh distribusi barang kebutuhan pokok dari luar daerah kota Palangka Raya," katanya.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin diwakili Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Palangka Raya pada November 2021 berdasarkan dua kota acuan Palangka Raya dan Sampit terjadi inflasi di Kalimantan Tengah sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,84 inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pad November 2021 terjadi karena adanya peningkatan indeks.
Kelompok makanan minuman dan tembakau (0,58 persen) kelompok rekreasi olahraga dan budaya (0,34 persen), kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,26 persen), kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,23 persen) kelompok informasi komunikasi.
Dan jasa keuangan (0,7 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dan kelompok transportasi (0,08 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran dan kelompok kesehatan (0,07 persen), serta kelompok pakaian dan alas kaki (0,01 persen)
Tingkat inflasi tahun kalender Januari sampai November 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Kota Sampit tercatat sebesar 2,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun November 2021 terhadap November 2020 sebesar 2,81 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain minyak goreng, telur ayam ras, semangka, ikan gabus, dan sawi hijau komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain kacang panjang, daging ayam ras, mangga, ketimun, dan tomat
Wali Kota Fairid berpesan, pada kegiatan ini Pemko Palangka Raya melalui perangkat daerah terkait agar segera melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kebutuhan masyarakat, "Sehingga tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan apalagi saat ini sedang melakukan PPKM darurat Jawa-Bali pasti akan berpengaruh distribusi barang kebutuhan pokok dari luar daerah kota Palangka Raya," katanya.
Lihat Juga :