Sikapi PSBB, Kepala Daerah Diimbau Perhatikan Kajian Epidemiologi
Senin, 08 Juni 2020 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini pulalah yang bisa menjawab penyebab munculnya lonjakan drastis di awal PSBB ketiga hingga 1,7 kali lipat. Namun tren tersebut menurun di akhir PSBB. Sedangkan untuk prediksi (forecasting) jumlah kumulatif setelah PSBB jilid 3 masih akan meningkat, tetapi ada harapan akan melandai (dengan lower bound yang merendah).
"Sedangkan, di sisi kajian sosial dan perilaku masyarakat, berdasarkan pantauan dari google mobility, kepatuhan masyarakat untuk anjuran ‘stay at home’ secara umum di Surabaya Raya tercatat membaik utamanya di Kota Surabaya," kata dia.
Meski demikian, pada beberapa tempat masih ditemui banyak lokasi yang tidak memenuhi protokol kesehatan. Berdasarkan survei, tercatat 88,2% orang yang nongkrong di warung dan kafe masih tidak memakai masker. Kemudian 89,3% tidak menerapkan physical distancing. "Selain itu 78,8% orang di kegiatan sosial budaya juga belum menggunakan masker dan 82%n tidak menerapkan physical distancing," kata dia.
Berdasarkan data tersebut, kata dia, penerapan protokol kesehatan harus terus ditingkatkan di berbagai sektor. Mengacu hasil tersebut, ketiga wilayah dalam perancangan Perbup dan Perwali menuju masa transisi pasca PSBB diharapkan bisa menambahkan aturan tentang kewajiban pemakaian masker maupun physical distancing.
"Penegakan aturan terkait penerapan protokol kesehatan ini tak lain demi peningkatan ketertiban masyarakat sebelum menuju New Normal Life yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," pungkas dr Windhu.
"Sedangkan, di sisi kajian sosial dan perilaku masyarakat, berdasarkan pantauan dari google mobility, kepatuhan masyarakat untuk anjuran ‘stay at home’ secara umum di Surabaya Raya tercatat membaik utamanya di Kota Surabaya," kata dia.
Meski demikian, pada beberapa tempat masih ditemui banyak lokasi yang tidak memenuhi protokol kesehatan. Berdasarkan survei, tercatat 88,2% orang yang nongkrong di warung dan kafe masih tidak memakai masker. Kemudian 89,3% tidak menerapkan physical distancing. "Selain itu 78,8% orang di kegiatan sosial budaya juga belum menggunakan masker dan 82%n tidak menerapkan physical distancing," kata dia.
Berdasarkan data tersebut, kata dia, penerapan protokol kesehatan harus terus ditingkatkan di berbagai sektor. Mengacu hasil tersebut, ketiga wilayah dalam perancangan Perbup dan Perwali menuju masa transisi pasca PSBB diharapkan bisa menambahkan aturan tentang kewajiban pemakaian masker maupun physical distancing.
"Penegakan aturan terkait penerapan protokol kesehatan ini tak lain demi peningkatan ketertiban masyarakat sebelum menuju New Normal Life yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," pungkas dr Windhu.
(nth)
Lihat Juga :