Kejar Herd Immunity, BIN Babel Lanjutkan Vaksinasi saat Cuaca Buruk
Jum'at, 10 Desember 2021 - 16:23 WIB
loading...
BIN Babel menggelar vaksinasi massal di tengah banjir yang melanda. Selain banjir, kondisi cuaca buruk juga terjadi di beberapa wilayah di Babel. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
BANKA - Badan Intelijen Negara (BIN) Bangka Belitung (Babel) menggelar vaksinasi massal di tengah banjir yang melanda. Selain banjir, kondisi cuaca buruk juga terjadi di beberapa wilayah di Babel.
Kepala Binda Babel, Imam Santoso mengatakan, vaksinasi terus digalakkan di tengah cuaca buruk sekalipun. Binda Babel menargetkan capaian 70% vaksinasi sampai akhir Desember 2021.
Untuk mencapai itu maka Binda Babel terus menggelar vaksinasi meski cuaca tidak mendukung. “Tim kami yang berada di Kabupaten Bangka bahkan harus menerjang banjir rob untuk menjangkau masyarakat yang belum menerima vaksin di Kecamatan Belinyu,” kata Imam dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021). Baca juga:Vaksin Booster Dijadwalkan Dimulai Awal Tahun 2022
Imam menambahkan, berdasarkan laporan harian Sistem Intelijen Bencana (SIBe) diprediksi dampak badai La Nina akan berlanjut hingga April 2022. Kondisi sedikit banyak mempengaruhi kegiatan vaksinasi karena kondisi cuaca.
“Kami akan lebih menerapkan pola vaksinasi secara door to door untuk menjangkau warga yang enggan datang ke gerai vaksinasi akibat kondisi cuaca,” terangnya.
Lebih lanjut, Imam mengatakan, percepatan program vaksinasi membutuhkan langkah konkret ditengah kondisi cuaca yang tidak mendukung. Sebab herd immunity bagi masyarakat harus sesegera mungkin dapat tercapai. “Ini untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 akibat mutasi varian virus yang lebih berbahaya,” tutupnya.
Kepala Binda Babel, Imam Santoso mengatakan, vaksinasi terus digalakkan di tengah cuaca buruk sekalipun. Binda Babel menargetkan capaian 70% vaksinasi sampai akhir Desember 2021.
Untuk mencapai itu maka Binda Babel terus menggelar vaksinasi meski cuaca tidak mendukung. “Tim kami yang berada di Kabupaten Bangka bahkan harus menerjang banjir rob untuk menjangkau masyarakat yang belum menerima vaksin di Kecamatan Belinyu,” kata Imam dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021). Baca juga:Vaksin Booster Dijadwalkan Dimulai Awal Tahun 2022
Imam menambahkan, berdasarkan laporan harian Sistem Intelijen Bencana (SIBe) diprediksi dampak badai La Nina akan berlanjut hingga April 2022. Kondisi sedikit banyak mempengaruhi kegiatan vaksinasi karena kondisi cuaca.
“Kami akan lebih menerapkan pola vaksinasi secara door to door untuk menjangkau warga yang enggan datang ke gerai vaksinasi akibat kondisi cuaca,” terangnya.
Lebih lanjut, Imam mengatakan, percepatan program vaksinasi membutuhkan langkah konkret ditengah kondisi cuaca yang tidak mendukung. Sebab herd immunity bagi masyarakat harus sesegera mungkin dapat tercapai. “Ini untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 akibat mutasi varian virus yang lebih berbahaya,” tutupnya.
(poe)
Lihat Juga :