Pemkab Pinrang Galakkan Penanggulangan TBC di Era Covid-19
Kamis, 02 Desember 2021 - 16:32 WIB
loading...
Suasana sosialisasi penanggulangan TBC yang digelar untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle
A
A
A
PINRANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang menggelar Sosialisasi Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC di ruang pola kantor bupati, kemarin. Kegiatan yang menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat itu dihadiri oleh Ketua TP PKK Pinrang, Andi Sri Widiyati Irwan.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Aswadi Haruna, mengatakan penanggulangan dan percepatan penanggulangan TBC dapat terwujud, jika pemerintah, stakeholder terkait dan masyarakat luas dapat bersinergi.
Baca juga:Trend Prevalensi Stunting di Kabupetan Pinrang Terus Menurun
Untuk itu, kata Aswadi, diharapkan dengan terbentuknya Tim Percepatan Penanggulangan TBC Pinrang dapat memberikan akselerasi dalam menekan angka kasus TBC di Pinrang. Penanggulangan TBC didorongnya terus digenjot di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi, menambahkan di masa pandemi Covid-19, kewaspadaan dalam menjaga kesehatan harus lebih ditingkatkan. Terlebih, virus tersebut dapat menyerang siapa saja, utamanya mereka yang memiliki masalah kesehatan, termasuk gangguan kronis pada paru.
Baca juga:Pemkab Pinrang Tak Layani Warga yang Belum Vaksin Covid-19
"Tak terkecuali mantan pasien TBC. Dan harus lebih diwasadai oleh mereka yang menderita TBC," ucap dia.
Menurut Dyah, kedua penyakit tersebut merupakan pandemi pernapasan yang menular melalui droplet atau percikan dan menyerang rentang usia yang luas. Mulai dari orang lanjut usia dan orang yang memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti mereka yang memiliki gangguan kronis pada paru, hingga anak-anak.
Baca juga:Pinrang Target Gelar Pembelajaran Tatap Muka Seluruh Sekolah
"Gajalanya pun hampir sama. Penderita mengalami batuk, demam, dan merasa lemas," ujar dia.
Untuk itu, tambah Dyah, disiplin prokes harus tetap diterapkan dalam keseharian dan mesti menjadi bagian dari pola hidup masyarakat. Tujuannya agar penyebaran virus dapat lebih diminimalisir. "Tetap menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan mencuci tangan secara rutin,” tandasnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Aswadi Haruna, mengatakan penanggulangan dan percepatan penanggulangan TBC dapat terwujud, jika pemerintah, stakeholder terkait dan masyarakat luas dapat bersinergi.
Baca juga:Trend Prevalensi Stunting di Kabupetan Pinrang Terus Menurun
Untuk itu, kata Aswadi, diharapkan dengan terbentuknya Tim Percepatan Penanggulangan TBC Pinrang dapat memberikan akselerasi dalam menekan angka kasus TBC di Pinrang. Penanggulangan TBC didorongnya terus digenjot di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi, menambahkan di masa pandemi Covid-19, kewaspadaan dalam menjaga kesehatan harus lebih ditingkatkan. Terlebih, virus tersebut dapat menyerang siapa saja, utamanya mereka yang memiliki masalah kesehatan, termasuk gangguan kronis pada paru.
Baca juga:Pemkab Pinrang Tak Layani Warga yang Belum Vaksin Covid-19
"Tak terkecuali mantan pasien TBC. Dan harus lebih diwasadai oleh mereka yang menderita TBC," ucap dia.
Menurut Dyah, kedua penyakit tersebut merupakan pandemi pernapasan yang menular melalui droplet atau percikan dan menyerang rentang usia yang luas. Mulai dari orang lanjut usia dan orang yang memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti mereka yang memiliki gangguan kronis pada paru, hingga anak-anak.
Baca juga:Pinrang Target Gelar Pembelajaran Tatap Muka Seluruh Sekolah
"Gajalanya pun hampir sama. Penderita mengalami batuk, demam, dan merasa lemas," ujar dia.
Untuk itu, tambah Dyah, disiplin prokes harus tetap diterapkan dalam keseharian dan mesti menjadi bagian dari pola hidup masyarakat. Tujuannya agar penyebaran virus dapat lebih diminimalisir. "Tetap menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan mencuci tangan secara rutin,” tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :