70.664 Masyarakat Terdampak PPKM di Jabar Terima Bansos Tunai
Selasa, 07 Desember 2021 - 14:05 WIB
loading...
Sebanyak 70.664 warga terdampak PPKM di Jawa Barat terima bansos.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jabar menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai kepada masyarakat terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Kepala Dinsos Jabar, Dodo Suhendar mengatakan, penyaluran bansos tunai dilaksanakan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 57 Tahun 2021, Peraturan Gubernur Jabar Nomor 48 Tahun 2021, dan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 978/Kep.659-BKD/2021.
Baca juga: Bus Haryanto Tabrak Truk di Tol Cipali, 1 Tewas 3 Luka
"Penyaluran bansos tunai bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian daerah dan meminimalisir risiko sosial masyarakat," tutur Dodo, Selasa (7/12/2021).
Dodo melanjutkan, jumlah penerima bansos tunai di Jabar mencapai 70.664 kelompok penerima manfaat (KPM). Rinciannya, 9.990 KPM merupakan pelaku usaha mikro; 48.383 pelaku usaha pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif; 11.208 pedagang pasar rakyat; dan 1.083 lembaga kesejahteraan sosial.
Kepala Dinsos Jabar, Dodo Suhendar mengatakan, penyaluran bansos tunai dilaksanakan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 57 Tahun 2021, Peraturan Gubernur Jabar Nomor 48 Tahun 2021, dan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 978/Kep.659-BKD/2021.
Baca juga: Bus Haryanto Tabrak Truk di Tol Cipali, 1 Tewas 3 Luka
"Penyaluran bansos tunai bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian daerah dan meminimalisir risiko sosial masyarakat," tutur Dodo, Selasa (7/12/2021).
Dodo melanjutkan, jumlah penerima bansos tunai di Jabar mencapai 70.664 kelompok penerima manfaat (KPM). Rinciannya, 9.990 KPM merupakan pelaku usaha mikro; 48.383 pelaku usaha pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif; 11.208 pedagang pasar rakyat; dan 1.083 lembaga kesejahteraan sosial.
Lihat Juga :