BIN Sulsel Kolaborasi Pemkot Palopo Vaksinasi 10.000 Dosis
Selasa, 07 Desember 2021 - 13:30 WIB
loading...
Seorang warga di Kota Palopo mengikuti vaksinasi Covid-19 massal yang diselenggarakan BIN Sulsel bekerja sama Pemkot Palopo, Selasa (7/12). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
PALOPO - Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sulawesi Selatan, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, melaksanakan program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat di Kota Palopo, dengan target 10.000 dosis secara bertahap.
Pelaksanaan vaksinasi, pada hari Selasa (7/12) siang, merupakan vaksinasi yang kedua, di mana sebelumnya telah dilaksanakan penyuntikan vaksin sebanyak 4.500 dosis.
Baca juga:BIN Gelar Vaksinasi bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas
Pelaksanaan vaksinasi digelar secara serentak di 12 kelurahan, yakni Kelurahan Buntu Datu, Kelurahan Padang Lambe, Kelurahan Pajalesang, Kelurahan Lebang, Kelurahan Salobulo, Kelurahan Takkalala, Kelurahan Ammasangan, Kelurahan Latuppa, Kelurahan Murante, Kelurahan Purangi, Kelurahan Pentojangan, serta Kelurahan Rampoang.
Wali Kota Palopo , HM Judas Amir, menyampaikan terima kasih kepada Badan Intelijen Negara Daerah Sulawesi Selatan yang telah mendukung kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kota Palopo.
"Kegiatan vaksinasi yang dilakukan BIN bersama Pemkot Palopo untuk mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga kita bisa mengakhiri pandemi Covid-19 dan bisa kembali melaksanakan kegiatan secara normal," ujarnya.
Pemerintah Kota Palopo sendiri melalui instruksi Wali Kota Palopo, menargetkan capaian vaksinasi hingga akhir Desember bulan ini mencapai 90 persen.
Baca juga:Wujudkan Herd Immunity, Binda Gorontalo Gelar Vaksinasi di Wilayah Pelosok
Dalam sejumlah pertemuan yang digelar Pemkot Palopo akhir-akhir ini, perintah vaksin mulai tegas dikeluarkan. Bahkan, Wali Kota Palopo, Judas Amir, meminta pihak sekolah ikut menyukseskan program vaksin.
Di antaranya, memerintahkan para guru wajib vaksin bersama keluarga mereka, termasuk anak-anak yang memenuhi syarat vaksin. Penerimaan siswa baru wajib disertai sertifikat vaksin orang tua calon muridatau siswa.
Hal ini disampaikan Wali Kota Palopo dalam pertemuan dengan seluruh kepala sekolah di Kota Palopo baru-baru ini.
"Kita meninjau kembali vaksin yang ada di sekolah, baik SD, SMP maupun SMA. Ternyata masih banyak guru-guru yang belum vaksin. Saya minta, guru yang belum divaksin, didata lalu dicatat, berapa yang belum divaksin, agar segera divaksinasi," perintah Wali Kota Palopo .
Baca juga:BIN Sulsel Ikut Dorong Percepatan Pembentukan Kekebalan Kelompok
"Catat pula berapa jumlah guru yang ada di sana, suaminya atau istrinya anaknya, mesti divaksinasi satu keluarga yang memenuhi syarat untuk pencegahan Covid-19," lanjutnya.
Dikatakan Wali Kota Palopo dua periode ini, siswa yang belum divaksin, tidak bisa ikut tatap muka."Siswa yang orang tuanya belum vaksin, anaknya jangan diikutkan belajar tatap muka, mereka belajar secara daring," kuncinya.
Pelaksanaan vaksinasi, pada hari Selasa (7/12) siang, merupakan vaksinasi yang kedua, di mana sebelumnya telah dilaksanakan penyuntikan vaksin sebanyak 4.500 dosis.
Baca juga:BIN Gelar Vaksinasi bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas
Pelaksanaan vaksinasi digelar secara serentak di 12 kelurahan, yakni Kelurahan Buntu Datu, Kelurahan Padang Lambe, Kelurahan Pajalesang, Kelurahan Lebang, Kelurahan Salobulo, Kelurahan Takkalala, Kelurahan Ammasangan, Kelurahan Latuppa, Kelurahan Murante, Kelurahan Purangi, Kelurahan Pentojangan, serta Kelurahan Rampoang.
Wali Kota Palopo , HM Judas Amir, menyampaikan terima kasih kepada Badan Intelijen Negara Daerah Sulawesi Selatan yang telah mendukung kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kota Palopo.
"Kegiatan vaksinasi yang dilakukan BIN bersama Pemkot Palopo untuk mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga kita bisa mengakhiri pandemi Covid-19 dan bisa kembali melaksanakan kegiatan secara normal," ujarnya.
Pemerintah Kota Palopo sendiri melalui instruksi Wali Kota Palopo, menargetkan capaian vaksinasi hingga akhir Desember bulan ini mencapai 90 persen.
Baca juga:Wujudkan Herd Immunity, Binda Gorontalo Gelar Vaksinasi di Wilayah Pelosok
Dalam sejumlah pertemuan yang digelar Pemkot Palopo akhir-akhir ini, perintah vaksin mulai tegas dikeluarkan. Bahkan, Wali Kota Palopo, Judas Amir, meminta pihak sekolah ikut menyukseskan program vaksin.
Di antaranya, memerintahkan para guru wajib vaksin bersama keluarga mereka, termasuk anak-anak yang memenuhi syarat vaksin. Penerimaan siswa baru wajib disertai sertifikat vaksin orang tua calon muridatau siswa.
Hal ini disampaikan Wali Kota Palopo dalam pertemuan dengan seluruh kepala sekolah di Kota Palopo baru-baru ini.
"Kita meninjau kembali vaksin yang ada di sekolah, baik SD, SMP maupun SMA. Ternyata masih banyak guru-guru yang belum vaksin. Saya minta, guru yang belum divaksin, didata lalu dicatat, berapa yang belum divaksin, agar segera divaksinasi," perintah Wali Kota Palopo .
Baca juga:BIN Sulsel Ikut Dorong Percepatan Pembentukan Kekebalan Kelompok
"Catat pula berapa jumlah guru yang ada di sana, suaminya atau istrinya anaknya, mesti divaksinasi satu keluarga yang memenuhi syarat untuk pencegahan Covid-19," lanjutnya.
Dikatakan Wali Kota Palopo dua periode ini, siswa yang belum divaksin, tidak bisa ikut tatap muka."Siswa yang orang tuanya belum vaksin, anaknya jangan diikutkan belajar tatap muka, mereka belajar secara daring," kuncinya.
(luq)
Lihat Juga :