Pelaku Tabrak Lari Pesepeda Ajukan Banding, B2W Siap Advokasi Korban
Selasa, 07 Desember 2021 - 11:32 WIB
loading...
Bike To Work (B2W) Indonesia menyatakan akan terus mengawal kasus tabrak lari ini dan siap memberikan advokasi kepada korban. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Muhammad Dhafa Aditya, pelaku tabrak lari terhadap pesepada di Bundaran HI pada Maret 2021, mengajukan banding atas vonis lima tahun yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Menghadapi banding itu, Bike To Work (B2W ) Indonesia menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan siap memberikan advokasi kepada korban.
Sebelumnya jaksa menuntut terdakwa delapan tahun penjara. Aditya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 311 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni dengan sengaja mengemudi yang membahayakan bagi nyawa dan mengakibatkan luka berat.
Baca juga: Begini Kronologi Tabrak Lari Pengemudi Mercedes Benz Terhadap Pesepeda di Bundaran HI
Kemudia, mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecekalaan lalu lintas dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada polisi terdekat sebagaimana diatur dalam Pasal 312 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ketua Umum Bike To Work (B2W) Indonesia Fahmi Saimima menyampaikan sangat menghargai proses hukum kasus tabrak lari ini. Menurut dia, tuntutan dan putusan Pengadilan No 351/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Pst dengan memvonis pelaku, sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Sebelumnya jaksa menuntut terdakwa delapan tahun penjara. Aditya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 311 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni dengan sengaja mengemudi yang membahayakan bagi nyawa dan mengakibatkan luka berat.
Baca juga: Begini Kronologi Tabrak Lari Pengemudi Mercedes Benz Terhadap Pesepeda di Bundaran HI
Kemudia, mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecekalaan lalu lintas dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada polisi terdekat sebagaimana diatur dalam Pasal 312 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ketua Umum Bike To Work (B2W) Indonesia Fahmi Saimima menyampaikan sangat menghargai proses hukum kasus tabrak lari ini. Menurut dia, tuntutan dan putusan Pengadilan No 351/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Pst dengan memvonis pelaku, sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Lihat Juga :