Pasar Smart Rakyat Pertama Hadir di Salulemo, Transaksi Pakai QRIS
Jum'at, 03 Desember 2021 - 15:46 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani meresmikan Pasar Smart Rakyat pertama di Salulemo, Kamis (3/12/2021) kemarin. Foto: Dok Pemkab Luwu Utara
A
A
A
MASAMBA - Ditandai dengan penandatanganan prasasti, Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani, meresmikan Pasar Smart Rakyat Salulemo, Kamis (3/12/2021). Pasar tersebut diharap jadi pasar smart percontohan, dimana transaksi akan dilakukan dengan transaksi digital melalui QRIS .
"Dari data pasar yang aktif (ada lahan peruntukan pasar) di Luwu Utara sejumlah 43 pasar terdiri dari 11 pasar yang dikelola pemda, 19 pasar desa, dan 13 swadaya dan baru 1 pasar smart yang dikelola sekaligus dikerjasamakan dengan perbankan yaitu Pasar Smart Rakyat Salulemo ini. Kita berharap tidak hanya menjadi pasar smart percontohan tapi juga menjadi pasar sehat,” kata Indah.
Baca Juga: Masyarakat di Luwu Utara Dibekali Pelatihan Mitigasi Bencana
Pada pertemuan Bank Indonesia beberapa waktu lalu, Indah menuturkan pemerintah daerah meraih tiga penghargaan. Salah satunya adalah kategori terbaik pertama transaksi pendapatan melalui QRIS terbanyak.
"Kita selalu punya harapan untuk tumbuh dan melompat lebih tinggi. Pemulihan ekonomi terus kita dorong salah satunya dengan digitalisasi keuangan, manfaatnya banyak, selain menyehatkan karena tidak lagi menyentuh uang tunai, potensi untuk hilang pun sangat kecil, dan tentu akan semakin meningkatkan transaksi,” terang bupati perempuan pertama di Sulsel ini.
Indah juga menuturkan apresiasi sekaligus terima kasih kepada CV. Adi Mulya, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha di Desa Salulemo.
"Bicara spektrum pemerintah itu luas sekali, butuh kolaborasi karena pemerintah tidak bisa sendirian. Kita semua harus mengambil bagian. Semoga pemanfaatan pasar ini dapat dikelola secara profesional sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat. Hadirnya pasar yang representatif ini tentu akan semakin memaksimalkan pemasaran hasil-hasil produk pertanian dan perkebunan masyarakat yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas bupati periode kedua ini yang hadir bersama Ketua DPRD Luwu Utara, Basir, Sekda Luwu Utara, Armiady, dan Kapolres Luwu Utara, Alfian Nurnas.
"Dari data pasar yang aktif (ada lahan peruntukan pasar) di Luwu Utara sejumlah 43 pasar terdiri dari 11 pasar yang dikelola pemda, 19 pasar desa, dan 13 swadaya dan baru 1 pasar smart yang dikelola sekaligus dikerjasamakan dengan perbankan yaitu Pasar Smart Rakyat Salulemo ini. Kita berharap tidak hanya menjadi pasar smart percontohan tapi juga menjadi pasar sehat,” kata Indah.
Baca Juga: Masyarakat di Luwu Utara Dibekali Pelatihan Mitigasi Bencana
Pada pertemuan Bank Indonesia beberapa waktu lalu, Indah menuturkan pemerintah daerah meraih tiga penghargaan. Salah satunya adalah kategori terbaik pertama transaksi pendapatan melalui QRIS terbanyak.
"Kita selalu punya harapan untuk tumbuh dan melompat lebih tinggi. Pemulihan ekonomi terus kita dorong salah satunya dengan digitalisasi keuangan, manfaatnya banyak, selain menyehatkan karena tidak lagi menyentuh uang tunai, potensi untuk hilang pun sangat kecil, dan tentu akan semakin meningkatkan transaksi,” terang bupati perempuan pertama di Sulsel ini.
Indah juga menuturkan apresiasi sekaligus terima kasih kepada CV. Adi Mulya, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha di Desa Salulemo.
"Bicara spektrum pemerintah itu luas sekali, butuh kolaborasi karena pemerintah tidak bisa sendirian. Kita semua harus mengambil bagian. Semoga pemanfaatan pasar ini dapat dikelola secara profesional sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat. Hadirnya pasar yang representatif ini tentu akan semakin memaksimalkan pemasaran hasil-hasil produk pertanian dan perkebunan masyarakat yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas bupati periode kedua ini yang hadir bersama Ketua DPRD Luwu Utara, Basir, Sekda Luwu Utara, Armiady, dan Kapolres Luwu Utara, Alfian Nurnas.
Lihat Juga :