Padati Kawasan Pacet, Ratusan Wisatawan Dipaksa Putar Balik
Minggu, 07 Juni 2020 - 17:03 WIB
loading...
Petugas TNI dan Polri menghalau kendaraan yang hendak memasuki wilayah kawasan wisata Pacet. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Ratusan wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata air panas Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terpaksa gigit jari. Mereka dipaksa putar balik oleh petugas kepolisian guna mencegah adanya kerumunan masa.
(Baca juga: Penularan COVID-19 Masih Tinggi, Masa Transisi Tambah 7 Hari )
Kendati hingga saat ini, obyek wisata air panas Padusan Pacet belum juga dibuka. Pasca Pemkab Mojokerto menutup obyek wisata tersebut pada pertengahan Maret 2020 lalu, imbas pandemi virus Corona yang melanda seluruh daerah, termasuk Kabupaten Mojokerto.
Kapolsek Pacet, AKP Toni Hermawan mengatakan, ada ratusan pengunjung yang menuju wilayah Pacet terpaksa diminta putar balik. Sejak pagi tadi, jajaran kepolisian bersama anggota TNI melakukan penyekatan di akses masuk menuju obyek wisata tersebut maupun arah Sendi.
""Kita sekat karena kita menghindari adanya kerumunan masa di atas. Sebab sejak pagi sudah banyak pengunjung yang mulai berdatangan. Ini untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Toni kepada SINDOnews, Minggu (7/6/2020).
Mayoritas, wisatawan yang datang dan diminta memutar balik yakni para muda-mudi. Ada juga rombongan keluarga yang hendak berwisata di wilayah Sendi yang juga diminta untuk kembali oleh petugas. Karena berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.
(Baca juga: Penularan COVID-19 Masih Tinggi, Masa Transisi Tambah 7 Hari )
Kendati hingga saat ini, obyek wisata air panas Padusan Pacet belum juga dibuka. Pasca Pemkab Mojokerto menutup obyek wisata tersebut pada pertengahan Maret 2020 lalu, imbas pandemi virus Corona yang melanda seluruh daerah, termasuk Kabupaten Mojokerto.
Kapolsek Pacet, AKP Toni Hermawan mengatakan, ada ratusan pengunjung yang menuju wilayah Pacet terpaksa diminta putar balik. Sejak pagi tadi, jajaran kepolisian bersama anggota TNI melakukan penyekatan di akses masuk menuju obyek wisata tersebut maupun arah Sendi.
""Kita sekat karena kita menghindari adanya kerumunan masa di atas. Sebab sejak pagi sudah banyak pengunjung yang mulai berdatangan. Ini untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Toni kepada SINDOnews, Minggu (7/6/2020).
Mayoritas, wisatawan yang datang dan diminta memutar balik yakni para muda-mudi. Ada juga rombongan keluarga yang hendak berwisata di wilayah Sendi yang juga diminta untuk kembali oleh petugas. Karena berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.
Lihat Juga :