Pengurus PAN Sulsel Sebut Hatta Rahman Punya Potensi Diusul Jadi Wagub
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:43 WIB
loading...
Hari terakhir Hatta Rahman menjabat sebagai Bupati Maros. Hatta Rahman berpotensi diusulkan PAN menjadi Wakil Gubernur mendampingi Andi Sudirman Sulaiman. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Irfan AB menyebut Hatta Rahman sebagai sosok yang berpotensi diusulkan partainya menduduki posisi Wakil Gubernur Sulsel, mendampingi Andi Sudirman Sulaiman jika seandainya ditetapkan sebagai Gubernur definitif.
Ini disampaikan Irfan AB menyusul vonis bersalah yang dijatuhkan hakim terhadap Gubernur Sulsel non aktif, HM Nurdin Abdullah dalam kasus dugaan gratifikasi dan suap lingkup Pemprov Sulsel.
Baca juga:Nurdin Abdullah dan Tim Kuasa Hukum Masih Berunding soal Upaya Banding
Sebagai informasi, PAN adalah satu dari tiga partai pengusung Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman di pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2018 lalu. Dua partai lain adalah PKS dan PDI Perjuangan.
"Ada peluang untuk mendorong beliau, apalagi kalau Pak Hatta punya kapabilitas, maka beliau siap untuk didorong," ujar Irfan saat dihubungi baru-baru ini.
Menurut Irfan, kepemimpinan Hatta Rahman telah terbukti, baik saat menjadi Ketua DPD II PAN Maros, saat menjabat Ketua DPRD Maros, maupun Bupati Maros.
"Beliau sudah terbukti berhasil memimpin Kabupaten Maros selama dua periode, punya pengalaman pemerintahan toh. Jadi beliau saya kira cukup kompeten untuk menduduki jabatan itu," jelasnya.
Kendati begitu, Irfan menegaskan bahwa saat ini PAN masih menunggu langkah hukum dari pihak Nurdin Abdullah usai vonis bersalah hakim, sebelum membahas lebih lanjut usulan calon pendamping Andi Sudirman, yang sekarang menjadi Plt Gubernur.
Baca juga:Putusan Nurdin Abdullah Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Begini Respons KPK
"Inikan kita tidak tahu apakah Pak Nurdin mau banding atau tidak! PAN masih menunggu, kalau sudah inkrah baru kita bahas," katanya.
"Tapi inikan belum inkrah. Nanti kita bicarakan siapa yang akan kita dorong, tapi intinya PAN akan mendorong kader-kader terbaiknya dan saya kira PAN cukup banyak stok kader terbaiknya," tutup Irfan.
Menanggapi hal tersebut, Hatta Rahman mengaku menyerahkan sepenuhnya pada keputusan partai. Hatta mengakui bahwa kini dia tidak lagi tertarik pada dunia politik. Dia merasa sudah menyukai rutinitasnya sebagai orang biasa.
"Saya sudah merasa nyaman dengan rutinitas saya sebagai orang biasa. Ya cukuplah seperti sekarang. Saya mau jadi pekerja swasta saja. Sudah tidak mau pusing. Tidak mau lagi pusing dengan urusan politik," jelasnya saat dihubungi via telepon selulernya.
Hatta mengaku, walaupun dia memiliki pengalaman memimpin Maros dua periode, namun kata dia, menjadi Wakil Gubernur tidaklah mudah. Dengan cakupan wilayah geografis yang luas, tentu pekerjaan seperti itu tidak ringan.
Baca juga:Tindak Lanjuti Kasus Nurdin Abdullah, KPK Tunggu Salinan Putusan Hakim
"Jadi Wakil Gubernur itu wilayahnya lebih luas dari pada bupati. Jadi Bupati saja capek, apalagi jadi Wakil Gubernur. Sementara saya sudah menikmati dan nyaman dengan rutinitas saya saat ini," ungkapnya.
Hatta percaya, PAN punya banyak tokoh dan kader yang memiliki potensi yang tidak kalah olehnya. Dia menyebut, di PAN, banyak tokoh-tokoh hebat berkumpul. Namun jika memang akhirnya keputusan partai tetap mendorongnya, ia akan mempertimbangkan.
Ini disampaikan Irfan AB menyusul vonis bersalah yang dijatuhkan hakim terhadap Gubernur Sulsel non aktif, HM Nurdin Abdullah dalam kasus dugaan gratifikasi dan suap lingkup Pemprov Sulsel.
Baca juga:Nurdin Abdullah dan Tim Kuasa Hukum Masih Berunding soal Upaya Banding
Sebagai informasi, PAN adalah satu dari tiga partai pengusung Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman di pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2018 lalu. Dua partai lain adalah PKS dan PDI Perjuangan.
"Ada peluang untuk mendorong beliau, apalagi kalau Pak Hatta punya kapabilitas, maka beliau siap untuk didorong," ujar Irfan saat dihubungi baru-baru ini.
Menurut Irfan, kepemimpinan Hatta Rahman telah terbukti, baik saat menjadi Ketua DPD II PAN Maros, saat menjabat Ketua DPRD Maros, maupun Bupati Maros.
"Beliau sudah terbukti berhasil memimpin Kabupaten Maros selama dua periode, punya pengalaman pemerintahan toh. Jadi beliau saya kira cukup kompeten untuk menduduki jabatan itu," jelasnya.
Kendati begitu, Irfan menegaskan bahwa saat ini PAN masih menunggu langkah hukum dari pihak Nurdin Abdullah usai vonis bersalah hakim, sebelum membahas lebih lanjut usulan calon pendamping Andi Sudirman, yang sekarang menjadi Plt Gubernur.
Baca juga:Putusan Nurdin Abdullah Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Begini Respons KPK
"Inikan kita tidak tahu apakah Pak Nurdin mau banding atau tidak! PAN masih menunggu, kalau sudah inkrah baru kita bahas," katanya.
"Tapi inikan belum inkrah. Nanti kita bicarakan siapa yang akan kita dorong, tapi intinya PAN akan mendorong kader-kader terbaiknya dan saya kira PAN cukup banyak stok kader terbaiknya," tutup Irfan.
Menanggapi hal tersebut, Hatta Rahman mengaku menyerahkan sepenuhnya pada keputusan partai. Hatta mengakui bahwa kini dia tidak lagi tertarik pada dunia politik. Dia merasa sudah menyukai rutinitasnya sebagai orang biasa.
"Saya sudah merasa nyaman dengan rutinitas saya sebagai orang biasa. Ya cukuplah seperti sekarang. Saya mau jadi pekerja swasta saja. Sudah tidak mau pusing. Tidak mau lagi pusing dengan urusan politik," jelasnya saat dihubungi via telepon selulernya.
Hatta mengaku, walaupun dia memiliki pengalaman memimpin Maros dua periode, namun kata dia, menjadi Wakil Gubernur tidaklah mudah. Dengan cakupan wilayah geografis yang luas, tentu pekerjaan seperti itu tidak ringan.
Baca juga:Tindak Lanjuti Kasus Nurdin Abdullah, KPK Tunggu Salinan Putusan Hakim
"Jadi Wakil Gubernur itu wilayahnya lebih luas dari pada bupati. Jadi Bupati saja capek, apalagi jadi Wakil Gubernur. Sementara saya sudah menikmati dan nyaman dengan rutinitas saya saat ini," ungkapnya.
Hatta percaya, PAN punya banyak tokoh dan kader yang memiliki potensi yang tidak kalah olehnya. Dia menyebut, di PAN, banyak tokoh-tokoh hebat berkumpul. Namun jika memang akhirnya keputusan partai tetap mendorongnya, ia akan mempertimbangkan.
(luq)
Lihat Juga :