alexametrics

Warga Pakopen Semarang Geruduk Balai Desa Tuntut Kadus Dicopot

loading...
Warga Pakopen Semarang Geruduk Balai Desa Tuntut Kadus Dicopot
Warga Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang menuntut Kades mencopot Kadus Pakopen karena tidak transparan dalam pengelolaan anggaran. FOTO/iNews/LURISA LULU
A+ A-
SEMARANG - Di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat tetap berada di rumah dan menjaga jarak, warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, unjuk rasamenggeruduk Balai Desa setempat, Minggu (7/6/2020). Mereka menuntut kepala desa mencopot Kadus Pakopen karena dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dusun.

Unjuk rasa dilakukan oleh sejumlah perwakilan warga dengan mendatangi balai desa. Mereka mengungkapkan kekecewaan warga terkait kinerja Kepala Dusun Pakopen, Sucipto yang dinilai tidak becus mengurusi persoalan dusun. Data anggaran tidak tidak transparan dan pembangunan infrastruktur dusun juga lambat.

Selain itu, warga juga mempertanyakan alokasi dana sumbangan sebesar Rp150.000 per bulan yang berasal dari kantor desa dan kecamatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Warga menduga adanya penyelewengan dana sehingga pembangunan infrastruktur jalan tidak pernah terealisasi. (Baca juga: Kisah Winarni, Jatuh Bangun Menjual Rengginang Demi Menyambung Hidup)



Aksi sempat memanas dan nyaris ricuh saat perwakilan warga mendesak kepala desa segera mencopot Kadus Sucipto.

"Aksi kami telah mendapat persetujuan dari sebagaian besar warga di empat RT. Warga menuntut Kadus segera dicopot," kata tokoh pemuda Dusun Pakopen, Danang.

Menurutnya, jika tuntutan ini tidak segera dilaksanakan, maka warga akan menggelar unjuk rasa dengan massa lebih banyak lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Pakopen, Agus Subarjo menyatakan akan menampung tuntutan warga dan menelusuri persoalan yang terjadi.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak