alexametrics

Kisah Winarni, Jatuh Bangun Menjual Rengginang Demi Menyambung Hidup

loading...
Kisah Winarni, Jatuh Bangun Menjual Rengginang Demi Menyambung Hidup
Winarni (43), penjual rengginang asal Desa Payungan, Kaliwungu, Kabupaten Semarang. IST
A+ A-
SEMARANG - Tak sedikit warga Semarang yang kini harus mengalami kelumpuhan ekonomi akibat terdampak pandemi COVID-19, seperti terlilit utang, kehilangan modal, sampai harus gulung tikar.

Seperti yang dialami Winarni (43), penjual makanan tradisional rengginang (kerupuk tebal dari beras ketan berbentuk bulat) asal Desa Payungan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Winarni biasa menjual dagangannya ke tetangga desa dan memiliki lapak di pasar tradisional yang tidak jauh dari rumahnya. Kini, lapak Winarni di pasar harus tutup lantaran wabah virus corona.



Selain menjajakan rengginang, Winarni juga pernah mencoba berjualan Mie Jawa di pinggiran jalan dengan menyewa ruko kecil. Usaha tersebut juga terpaksa kandas karena ruko yang disewa tidak diperpanjang lagi. Sementara, suaminya sebagai peternak sapi dan kambing yang penghasilannya tidak bisa dipastikan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Untuk saat ini praktis saya hanya mengandalkan jualan rengginang melalui order dari teman atau tetangga. Mulai belajar juga memasarkannya menggunakan internet, walaupun masih sepi peminat," ungkap Winarni, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, aktivitas sosial dan ibadah juga mengalami perubahan akibat pandemi ini. “Setiap sore biasanya saya kumpulkan anak-anak atau lansia untuk belajar ngaji di musala depan rumah. Dengan adanya pembatasan aktivitas oleh masyarakat akhirnya semua kegiatan ngaji terpaksa diliburkan entah sampai kapan,” ungkapnya.

Winarni hanyalah salah satu potret masyarakat yang berusaha membantu perekonomian keluarga. Segalanya dilakukan demi menyambung hidup. Untuk terus membantu masyarakat yang terdampak pandemi dalam aspek sosial dan ekonomi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI). Program tersebut bertujuan untuk menumbuhkembangkan Usaha Mikro dengan dana sedekah dari para donatur.

Kepala Cabang ACT Jawa Tengah, Sugiyanto menjelaskan, Sahabat UMI merupakan sedekah modal kerja yang dikhususkan bagi pelaku usaha perempuan pemilik usaha rumahan atau pedagang keliling yang terdampak pandemi COVID-19.

Menurutnya, terealisasinya program ini dilandaskan oleh beberapa fakta yang terjadi di lapangan. Beberapa usaha yang akan dibantu Sahabat UMI harus memenuhi kriteria.

“Para pemilik usaha harus memenuhi kriteria diantaranya penggerak usahanya adalah perempuan dari keluarga prasejahtera dengan skala rumahan atau pedagang keliling, modal usaha di bawah Rp1juta, produk siap jual (bukan dropshipper atau barang ada jika ada pesanan), tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya, wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya,” terang Sugiyanto.

Pihaknya berharap setiap yang mengajukan program ini tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya, dan tidak menggunakan dana tambahan modal untuk kebutuhan pribadi. Seluruh bantuan modal ini akan menjadi bantuan terbaik untuk para Ibu yang berjuang menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus menghidupkan sektor usaha mikro.

Sementara itu bagi masyarakat yang ingin berdonasi bagi program Sahabat Dermawan melalui semarang.indonesiadermawan.id/SahabatUMI. "Semoga ikhtiar ini menjadi bentuk tanggung jawab dan kontribusi sosial sahabat kepada masyarakat demi mengembalikan perekonomian bangsa," harapnya.(Baca juga : 10 Pedagang dan Pembeli Reaktif Corona, Pasar Ini Ditutup Sementara)
(nun)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak