Awan di Langit Jakarta Berbentuk Ombak Tsunami, BMKG Imbau Warga Berlindung
Sabtu, 27 November 2021 - 00:07 WIB
loading...
Fenomena awan membentuk gulungan ombak tsunami saat hujan disertai angin kencang yang terjadi di Jakarta Jumat (26/11/2021)sore. Foto/IG @jktinfo
A
A
A
JAKARTA - Fenomena awan membentuk gulungan ombak tsunami saat hujan disertai angin kencang yang terjadi di Jakarta pada sore hari tadi ramai dibahas di media sosial (medsos).
Kepala Sub Koordinator Prediksi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ida Pramuwardani mengakui fenomena tersebut jarang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta.
"Fenomena tersebut relatif jarang terjadi, secara ilmiah awan tersebut dinamakan dengan awan Arcus. Jadi Arcus juga memiliki bagian yakni shelf cloud dan roll cloud. Fenomena di Aceh merupakan shelf cloud. Shelf cloud ini biasanya berada pada dasar awan cumulonimbus," kata Ida kepada MNC Portal, Jumat (26/11/2021).
Baca juga: BMKG Ingatkan Awan Cumulonimbus Berbahaya Bagi Masyarakat dan Penerbangan
Ida menjelaskan awan tersebut sebagai bentuk hasil ketidakstabilan atmosfer. Selain itu, pertemuan massa udara dingin dengan hangat. "Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer sepanjang/di depan pertemuan massa udara dingin yang mendorong massa udara hangat dan lembab naik sehingga terbentuklah shelf cloud," ujarnya.
Kepala Sub Koordinator Prediksi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ida Pramuwardani mengakui fenomena tersebut jarang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta.
"Fenomena tersebut relatif jarang terjadi, secara ilmiah awan tersebut dinamakan dengan awan Arcus. Jadi Arcus juga memiliki bagian yakni shelf cloud dan roll cloud. Fenomena di Aceh merupakan shelf cloud. Shelf cloud ini biasanya berada pada dasar awan cumulonimbus," kata Ida kepada MNC Portal, Jumat (26/11/2021).
Baca juga: BMKG Ingatkan Awan Cumulonimbus Berbahaya Bagi Masyarakat dan Penerbangan
Ida menjelaskan awan tersebut sebagai bentuk hasil ketidakstabilan atmosfer. Selain itu, pertemuan massa udara dingin dengan hangat. "Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer sepanjang/di depan pertemuan massa udara dingin yang mendorong massa udara hangat dan lembab naik sehingga terbentuklah shelf cloud," ujarnya.
Lihat Juga :