Ciptakan 48 Inovasi, Komandan Koharmatau Raih Penghargaan Leprid
Rabu, 22 April 2020 - 18:53 WIB
loading...
A
A
A
“Inovasi banyak, seperti yang kita rebut tahun 2019 untuk D-Check yaitu pemeliharaan 6.000 jam atau 6 tahun pesawat Boeing 737 TNI AU dengan GMF,” kata Dento. Menurutnya, selama ini pekerjaan dilakukan di Taiwan, Airod dan GMF.
Di tahun 2018 pesawat TNI AU menjalani pemeliharaan di GMF. Di saat bersamaan TNI AU menerima hibah pesawat B737 dari Lion.“Saya bilang ke direktur GMF, boleh kerjakan di GMF tapi saya minta training anak buah saya di sini. Saya kirim 30 anak buah saya ke GMF,” ujar Dento.
Pada awal 2019 dan akhir 2019, Koharmatau kembali merampungkan pekerjaan untuk A-7301 dan A-7302, yang sepenuhnya dilakukan oleh personel TNI AU.“Itu menghemat anggaran banyak sekali,” urainya.
Di tahun 2019 juga, Koharmatau berhasil membuat engine test cell untuk pesawat latih Grob G 120TP di Yogyakarta. “Kami memberanikan diri merebut kemampuan overhaul mesin Grob,” kata Dento.
Sejumlah inovasi lainnya yang berhasil dikerjakan Koharmatau di antaranya memperbaiki mesin X-ray di sejumlah pangkalan udara, membuat 200 tandu dalam waktu satu bulan untuk evakuasi menggunakan pesawat, atau membuat podium untuk pejabat. “Jadi kalau mau berinovasi jangan terpaku kepada aturan, kita bisa atur namun tidak melanggar aturan,” jelasnya.
Di tahun 2018 pesawat TNI AU menjalani pemeliharaan di GMF. Di saat bersamaan TNI AU menerima hibah pesawat B737 dari Lion.“Saya bilang ke direktur GMF, boleh kerjakan di GMF tapi saya minta training anak buah saya di sini. Saya kirim 30 anak buah saya ke GMF,” ujar Dento.
Pada awal 2019 dan akhir 2019, Koharmatau kembali merampungkan pekerjaan untuk A-7301 dan A-7302, yang sepenuhnya dilakukan oleh personel TNI AU.“Itu menghemat anggaran banyak sekali,” urainya.
Di tahun 2019 juga, Koharmatau berhasil membuat engine test cell untuk pesawat latih Grob G 120TP di Yogyakarta. “Kami memberanikan diri merebut kemampuan overhaul mesin Grob,” kata Dento.
Sejumlah inovasi lainnya yang berhasil dikerjakan Koharmatau di antaranya memperbaiki mesin X-ray di sejumlah pangkalan udara, membuat 200 tandu dalam waktu satu bulan untuk evakuasi menggunakan pesawat, atau membuat podium untuk pejabat. “Jadi kalau mau berinovasi jangan terpaku kepada aturan, kita bisa atur namun tidak melanggar aturan,” jelasnya.
(nun)
Lihat Juga :