Jelang Nataru, Pengawasan Prokes dan Mobilisasi Masyarakat di Lutim Diperketat

Rabu, 24 November 2021 - 14:53 WIB
loading...
Jelang Nataru, Pengawasan Prokes dan Mobilisasi Masyarakat di Lutim Diperketat
Suasana khitmat jamaah yang beribadah misa Natal di Gereja Katedral Jalan Kajoalalido, Makassar, tahun 2019 silam. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A A A
LUWU TIMUR - Pengawasan protokol kesehatan dan mobilisasi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) akan diperketat jelang Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Lutim, dr Rosmini.

"Itu instruksi dari pemerintah pusat, jelang Nataru, semua daerah di Indonesia bakal menerapkan (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) level 3, untuk menekan mobilitas masyarakat," kata Rosmini, baru-baru ini.

Baca juga:Antisipasi Lonjakan Covid-19 saat Nataru, Aturan Tambahan Harus Konkret

Di Lutim, kata Rosmini, instruksi ini akan dijalankan, hanya saja tidak ada penyekatan. "Kami cuma tekankan, sekarang kita sudah bersih-bersih dalam penanganan Covid di Luwu Timur, bagi warga luar yang masuk sebaiknya isolasi dulu atau tes dulu, sampai dinyatakan negatif," katanya.

Di sisi lain, Rosmini mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi di Kabupaten Lutim saat ini masih rendah. Kondisi itu membuat Lutim masuk dalam PPKM level 3.

"Untuk saat ini, capaian vaksinasi kita di Luwu Timur ini baru mencapai sekitar 47 persen dosis pertama dan 37 persen dosis kedua," kata Rosmini.

Baca juga:Menang di MA, PT Gihon Miliki Hak Penuh Atas Lahan di CPI

Sekarang, terang Rosmini, vaksinasi digenjot untuk bisa mencapai 70 persen dengan melibatkan semua pihak, dari pemerintah desa, kecamatan dan seluruh perangkat daerah Lain. Tidak hanya itu, pelayanan vaksinasi juga terus dilakukan baik di Dinas Kesehatan maupun di semua puskesmas.

"Termasuk melayani permintaan vaksinasi di sejumlah organisasi masyarakat, ini sekarang kita lakukan untuk mencapai target," tambahnya

Baca juga:Kadis Pertanian Luwu Minta BPP Aktif Laksanakan Tudang Sipulung

Rosmini mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi dalam rangka membentuk kekebalan kelompok, sekaligus menurunkan kembali level PPKM Lutim.

"Ini juga penting, saya harap ada kesadaran masyarakat, jangan takut untuk divaksin, karane beberapa kasus yang ditemukan rendahnya capaian vaksin karana warga tidak percaya," katanya.
(luq)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1458 seconds (10.55#12.26)