Sopir Pete-pete di Maros Naikkan Tarif Angkutan
Senin, 22 November 2021 - 16:27 WIB
loading...
Sebuah mobil pete-pete melintas di salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Maros, Senin (22/11). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Tarif angkutan umum atau pete-pete di Kabupaten Maros naik sepihak. Kenaikan ini dilakukan sopir pete-pete lantaran penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dari premium ke pertalite, yang memiliki selisih harga.
Kenaikan tarif hanya sekitar 20 persen, dari yang biasanya Rp5.000 kini menjadi Rp6.000. Kendati bukantarif resmidari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Maros, namun sejumlah sopir sudah memakai tarif ini.
Baca juga:Dishub Sebut Kenaikan Tarif Angkot di Makassar Rasional
Kepala Dinas Perhubungan Maros, Frans Johan mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya kenaikan tarif pete-pete di Maros. Ia menyampaikan, kenaikan tarif itu belum melalui kesepakatan bersama antara instansi terkait dengan Organda Maros.
Frans Johan mengaku, pihaknya telah mengundang dan memanggil perwakilan trayek untuk membahas kenaikan tarif angkutan pete-pete yang dilakukan secara sepihak.
"Memang ada kenaikan tarif angkutan yang dilakukan oleh sopir pete-pete. Tapi itu belum resmi. Belum ada keputusan bersama yang dilakukan oleh pemerintah, sopir angkutan dan Organda. Kami baru memanggil perwakilan sopir angkutan dan pengurus organda untuk membahas ini," ujarnya kepada wartawan, Senin (22/11).
Kenaikan tarif hanya sekitar 20 persen, dari yang biasanya Rp5.000 kini menjadi Rp6.000. Kendati bukantarif resmidari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Maros, namun sejumlah sopir sudah memakai tarif ini.
Baca juga:Dishub Sebut Kenaikan Tarif Angkot di Makassar Rasional
Kepala Dinas Perhubungan Maros, Frans Johan mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya kenaikan tarif pete-pete di Maros. Ia menyampaikan, kenaikan tarif itu belum melalui kesepakatan bersama antara instansi terkait dengan Organda Maros.
Frans Johan mengaku, pihaknya telah mengundang dan memanggil perwakilan trayek untuk membahas kenaikan tarif angkutan pete-pete yang dilakukan secara sepihak.
"Memang ada kenaikan tarif angkutan yang dilakukan oleh sopir pete-pete. Tapi itu belum resmi. Belum ada keputusan bersama yang dilakukan oleh pemerintah, sopir angkutan dan Organda. Kami baru memanggil perwakilan sopir angkutan dan pengurus organda untuk membahas ini," ujarnya kepada wartawan, Senin (22/11).
Lihat Juga :