Sepekan PSBB, Lalu Lintas di Kota Bogor Kembali Padat Merayap
Rabu, 22 April 2020 - 18:03 WIB
loading...
Sepekan pelaksanaan PSBB di Kota Bogor lalu lintas di sejumlah ruas jalan justru mengalami kepadatan.Foto/SINDOnews/Haryudi
A
A
A
BOGOR - Hari kedelapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka memutus rantai penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bogor pantas banyak dipertanyakan, Rabu (22/04/2020). Pasalnya, nyaris tak ada perbedaan antara hari biasa, baik sebelum maupun sesudah pandemi Covid-19.
Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol maupun arteri/alternatif, kembali dipadati ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua, empat dan lebih.Seperti di Jalan Raya Siliwangi-Tajur-Pajajaran, sejumlah masyarakat yang menggunakan kendaraan terlihat bebas melintas maupun berhenti di sejumlah pertokoan, pedagang kaki lima maupun pusat keramaian supermarket dan minimarket.
Kemudian di simpang Terminal Baranangsiang hingga Tugu Kujang, Suryakencana, Gang Aut, kembali dipadati masyarakat yang hendak berbelanja maupun sekedar berjalan-jalan.
Bahkan, di Jalan Raya KS Tubun, Bogor Utara, Kota Bogor seluruh masyarakat maupun para pelaku usaha nyaris tak ada yang menggubris adanya PSBB. Pertokoan pakaian, bengkel, usaha sablon, rumah makan maupun perkantoran yang tak masuk dalam pengecualian tetap bebas leluasa melayani masyarakat.
Praktis jalan raya yang sepekan sebelumnya terlihat lengang, kembali macet dari mulai simpang Tol Bogor Ring Road (BORR) Kedunghalang hingga pertigaan Traffic Light Pemda-Kedunghlang, bahkan hingga Simpang Pomad.
"Parah juga ya, kalau seperti ini jalanan kembali macet enggak ada yang mengatur. Petugas melakukan pengecekan dan menegur pengguna jalan hanya pagi saja. Ngapain ada PSBB, ngabisin uang saja," ujar Ayi Atus (50), warga Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor saat ditemui ditepi Jalan KS Tubun pada Rabu (22/4/2020).
Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol maupun arteri/alternatif, kembali dipadati ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua, empat dan lebih.Seperti di Jalan Raya Siliwangi-Tajur-Pajajaran, sejumlah masyarakat yang menggunakan kendaraan terlihat bebas melintas maupun berhenti di sejumlah pertokoan, pedagang kaki lima maupun pusat keramaian supermarket dan minimarket.
Kemudian di simpang Terminal Baranangsiang hingga Tugu Kujang, Suryakencana, Gang Aut, kembali dipadati masyarakat yang hendak berbelanja maupun sekedar berjalan-jalan.
Bahkan, di Jalan Raya KS Tubun, Bogor Utara, Kota Bogor seluruh masyarakat maupun para pelaku usaha nyaris tak ada yang menggubris adanya PSBB. Pertokoan pakaian, bengkel, usaha sablon, rumah makan maupun perkantoran yang tak masuk dalam pengecualian tetap bebas leluasa melayani masyarakat.
Praktis jalan raya yang sepekan sebelumnya terlihat lengang, kembali macet dari mulai simpang Tol Bogor Ring Road (BORR) Kedunghalang hingga pertigaan Traffic Light Pemda-Kedunghlang, bahkan hingga Simpang Pomad.
"Parah juga ya, kalau seperti ini jalanan kembali macet enggak ada yang mengatur. Petugas melakukan pengecekan dan menegur pengguna jalan hanya pagi saja. Ngapain ada PSBB, ngabisin uang saja," ujar Ayi Atus (50), warga Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor saat ditemui ditepi Jalan KS Tubun pada Rabu (22/4/2020).
Lihat Juga :