Dosen Kampus Swasta di Makassar Terlibat Penipuan, Janjikan Ijazah Tanpa Kuliah
Kamis, 18 November 2021 - 21:37 WIB
loading...
Panit 2 Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Ahmad S Hajar. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Jajaran Unit Reskrim Polsek Rappocini mengungkap kasus dugaan penipuan bermodus menjanjikan ijazah tanpa kuliah. Polisi menyebut aksi tipu-tipu ini melibatkan oknum dosen wanita salah satu universitas swasta di Makassar.
Panit 2 Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Ahmad S Hajar mengatakan, ada sembilan orang menjadi korban. Pelakunya sejauh ini teridentifikasi dua orang, termasuk oknum dosen. Sementara satu pelaku lainnya telah diamankan, ialah wanita berinisial, TF (35).
Baca juga:ART Tersangka Penggelapan Rp17 Miliar Milik Nirina Zubir Dipajang di Polda Metro Jaya
TF diamankan petugas di kontrakannya di kawasan Jalan Rappocini, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (17/11) sekira pukul 20.00 Wita. Ia diamankan bersama barang bukti kartu ATM yang diduga untuk menampung hasil tipuan. Para korban dimintai uang Rp8-10 juta guna mendapat ijazah.
"Aksi penipuannya sudah kurang lebih satu tahun. Ada dua korban yang melapor karena tak menerima ijazah S1 yang dijanjikan para pelaku. Total korban ada 9 orang tamatan SMA, tidak pernah menempuh kuliah sama sekali," ucap Hajar di kantornya, Kamis (18/11).
Panit 2 Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Ahmad S Hajar mengatakan, ada sembilan orang menjadi korban. Pelakunya sejauh ini teridentifikasi dua orang, termasuk oknum dosen. Sementara satu pelaku lainnya telah diamankan, ialah wanita berinisial, TF (35).
Baca juga:ART Tersangka Penggelapan Rp17 Miliar Milik Nirina Zubir Dipajang di Polda Metro Jaya
TF diamankan petugas di kontrakannya di kawasan Jalan Rappocini, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (17/11) sekira pukul 20.00 Wita. Ia diamankan bersama barang bukti kartu ATM yang diduga untuk menampung hasil tipuan. Para korban dimintai uang Rp8-10 juta guna mendapat ijazah.
"Aksi penipuannya sudah kurang lebih satu tahun. Ada dua korban yang melapor karena tak menerima ijazah S1 yang dijanjikan para pelaku. Total korban ada 9 orang tamatan SMA, tidak pernah menempuh kuliah sama sekali," ucap Hajar di kantornya, Kamis (18/11).
Lihat Juga :