BPJamsostek dan Pemkab Soppeng Sinergi Beri Perlindungan Sosial ke Petani
Rabu, 17 November 2021 - 21:15 WIB
loading...
Rapat kerja sama operasional BPJamsostek dan Pemkab Soppeng di Triple 8 Riverside Resort Cape, Rabu (17/11). Foto: Istimewa
A
A
A
SOPPENG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng bersinergi memberikan perlindungan jaminan sosial kepada petani di Kabupaten Soppeng.
Hal itu diwujudkan melalui rapat kerja sama operasional BPJamsostek dan Pemkab Soppeng dengan tema "Sinergi bersama mewujudkan petani soppeng maju dan sejahtera melalui inovasi sutasoma", di Triple 8 Riverside Resort Cape, Rabu (17/11).
Baca juga:Dewan Pengawas BPJamsostek: Perbaikan Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia Ada di Tangan Milenial
Sutasoma merupakan akronim dari Sistem Perlindungan Petani Soppeng Maju dan Sejahtera. Inovasi itu digagas Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng. Tujuannya untuk memberikan kepastian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada petani.
Kepala BPJamsostek Makassar, Hendrayanto mengatakan, inovasi Sutasoma ini tidak menggunakan APBD sehingga murni pemberdayaan masyarakat berdasarkan kolaborasi BPJamsostek dan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng.
Baca juga:Kemendagri Ingatkan Pimpinan Daerah Pastikan Perlindungan Jamsostek Masuk APBD 2022
"Intinya program ini nantinya oleh masyarakat petani untuk petani. Yang nantinya setiap petani akan dilindungi oleh dua progam BPJamsostek yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dengan iuran sebesar Rp16.800 per bulan," jelas Hendrayanto.
Bupati Soppeng, Kaswadi Razak mengungkapkan, program Sutasoma ini adalah niat baik dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi sekaligus membuktikan bahwa Soppeng maju dan sejahtera.
Baca juga:Aturan Teknis Lengkap, BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Sosialisasi Program JKP
"Hal ini perlu mendapat perhatian, saya mengharapkan agar program ini harus betul-betul dipahami, di mana Sutasoma ini adalah merupakan inovasi dari Dinas Pertanian. Kami sangat berharap bahwa asuransi ketenagakerjaan ini menjadi solusi tepat untuk masyarakat petani kita," kata Bupati.
Turut hadir pada rapat tersebut, di antaranya Wakil Bupati Soppeng, Lutfi Halide, Kepala BPJamsostek Cabang Soppeng Kemakmuran Lucky Julianto, Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng Fajar, Koordinator BPP Kabupaten Soppeng, Koordinator BPP Kecamatan, KTNA Kabupaten dan KTNA Kecamatan.
Hal itu diwujudkan melalui rapat kerja sama operasional BPJamsostek dan Pemkab Soppeng dengan tema "Sinergi bersama mewujudkan petani soppeng maju dan sejahtera melalui inovasi sutasoma", di Triple 8 Riverside Resort Cape, Rabu (17/11).
Baca juga:Dewan Pengawas BPJamsostek: Perbaikan Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia Ada di Tangan Milenial
Sutasoma merupakan akronim dari Sistem Perlindungan Petani Soppeng Maju dan Sejahtera. Inovasi itu digagas Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng. Tujuannya untuk memberikan kepastian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada petani.
Kepala BPJamsostek Makassar, Hendrayanto mengatakan, inovasi Sutasoma ini tidak menggunakan APBD sehingga murni pemberdayaan masyarakat berdasarkan kolaborasi BPJamsostek dan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng.
Baca juga:Kemendagri Ingatkan Pimpinan Daerah Pastikan Perlindungan Jamsostek Masuk APBD 2022
"Intinya program ini nantinya oleh masyarakat petani untuk petani. Yang nantinya setiap petani akan dilindungi oleh dua progam BPJamsostek yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dengan iuran sebesar Rp16.800 per bulan," jelas Hendrayanto.
Bupati Soppeng, Kaswadi Razak mengungkapkan, program Sutasoma ini adalah niat baik dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi sekaligus membuktikan bahwa Soppeng maju dan sejahtera.
Baca juga:Aturan Teknis Lengkap, BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Sosialisasi Program JKP
"Hal ini perlu mendapat perhatian, saya mengharapkan agar program ini harus betul-betul dipahami, di mana Sutasoma ini adalah merupakan inovasi dari Dinas Pertanian. Kami sangat berharap bahwa asuransi ketenagakerjaan ini menjadi solusi tepat untuk masyarakat petani kita," kata Bupati.
Turut hadir pada rapat tersebut, di antaranya Wakil Bupati Soppeng, Lutfi Halide, Kepala BPJamsostek Cabang Soppeng Kemakmuran Lucky Julianto, Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng Fajar, Koordinator BPP Kabupaten Soppeng, Koordinator BPP Kecamatan, KTNA Kabupaten dan KTNA Kecamatan.
(luq)
Lihat Juga :