Waspadai Pemerasan Modus Aplikasi Live Sex, Masyarakat Harus Hati-hati Gunakan Medsos

Sabtu, 13 November 2021 - 19:19 WIB
loading...
Waspadai Pemerasan Modus...
Polda Metro Jaya meringkus 48 WNA asal China dan Vietnam modus pemerasan melalui aplikasi Live Sex. Foto: Carlos Roy Fajarta/MPI
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya meminta masyarakat untuk mewaspadai pemerasan modus melalui aplikasi Live Sex melalui aplikasi seperti yang dilakukan oleh para pelaku WNA asal China dan Vietnam. Calon korbanya akan diperas dengan ancaman menyebarkan foto bugilnya.

”Untuk seluruh masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Banyak di Indonesia aplikasi mencari jodoh, tidak menutup kemungkinan terjadi modus kejahatan serupa,” ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah, Sabtu (13/11/2021).

Saat ini, kata dia, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap 48 WNA yang melakukan modus pemerasan tersebut. Ada salah satu supervisor yang menjadi otak dari modus kejahatan tersebut.
Baca juga : Pemerasan Bermodus Live Sex, 48 WNA China dan Vietnam Dicokok Polisi

”Kami akan mendalami apa mereka juga melakukan hal serupa di negara lainnya. Sementara ini yang kami ketahui mereka baru bermain di Indonesia. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris sehingga dalam pemeriksaan menggunakan translator mandarin,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 48 orang WNA dari China dan Vietnam pada Jumat (12/11/2021) malam. 48 orang tersebut terlibat kejahatan lintas negara dan beroperasi di Indonesia.

Modus operasi para tersangka menggunakan satu aplikasi Chinese. Dimana para pelaku mencari secara random data korban kewarganegaraan China. Kemudian dicocokkan dengan satu aplikasi yang berganti dalam personal bentuknya chat wechat atau Line.

Para tersangka bisa mengirimkan namanya facing website, setelah korban registrasi, para pelaku mendapatkan kontak korban dan bisa komunikasi secara detail dan mendalam. Setelah korban didapatkan semuanya, mereka menggunakan peran masing-masing.

Mereka menggunakan para WNA perempuan asal China untuk berkomunikasi. Para pelaku dengan memperlihatkan satu kegiatan seksual. Berkenalan dengan memaksakan buka baju, memancing korban dengan membuka baju. Para korban terpancing, kemudian melakukan pemerasan. Para korban di China tapi pelakunya di Indonesia.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Jampidus Mengaku Tak...
Jampidus Mengaku Tak Paham Nama Dirinya Dikaitkan dengan Isu Blackout
Daftar 13 Lokasi yang...
Daftar 13 Lokasi yang Digeledah Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara dan Asabri
Rekomendasi
Jelang Lawan Inggris,...
Jelang Lawan Inggris, Timnas Norwegia Pindah Hotel Bentuk Protes Akomodasi FIFA
Konsisten Jaga Kinerja...
Konsisten Jaga Kinerja dan Daya Saing, MARK Raih Penghargaan Nasional
KPK Duga Rumah Jampidsus...
KPK Duga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Atas Nama Orang Lain
Berita Terkini
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
Bantargebang Hanya Terima...
Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
Infografis
Ciri-Ciri dan Gejala...
Ciri-Ciri dan Gejala Cacar Monyet yang Harus Anda Waspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved