Karena Dendam, Kartadi Tega Buat Anaknya Menjanda dan Cucunya Kehilangan Ayah

Jum'at, 12 November 2021 - 22:32 WIB
loading...
Karena Dendam, Kartadi Tega Buat Anaknya Menjanda dan Cucunya Kehilangan Ayah
Istri korban, Neli hanya bisa histeris dan memeluk anaknya saat jenazah suaminya dievakuasi ke rumah sakit. Suaminya tewas di tangan bapaknya, Kartadi. Foto: iNewsTV/Uun Yuniar
A A A
MEMPAWAH - Kartadi warga Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah tega membuat anaknya Neli, menjanda dan cucunya kehilangan ayah hanya karena dendam .

Yah, Kartadi tega dengan sadis membunuh Johdi , yang tidak lain adalah suami anaknya, Neli. Pembunuhan itu dilakukannya saat Neli istri korban, mengantar anaknya ke sekolah, Rabu (10/11/2021).

Kini, polisi telah menangkap Kartadi setelah sempat buron usai membunuh menantunya. Kartadi langsung kabur menggunakan bus ke Kabupaten Sambas, dan bersembunyi di kediaman keponakannya di Kecamatan Tebas.

Baca juga: Antar Anak Sekolah, Ibu di Mempawa Histeris Dapati Suami Bersimbah Darah di Rumah

Namun berkat informasi dan kerja keras, Polres Mempawah berhasil membekuk Kartadi dan langsung dibawa ke Mapolres Mempawah guna diperiksa lebih lanjut.

Dalam keterangan pers kepada wartawan, Jumat sore (12/11/2021), Kapolres Mempawah AKBP Fauzan Sukmawansyah menjelaskan, Kartadi tega menghabisi nyawa menantunya diduga karena ada permasalahan pribadi.

“Kartadi menghabisi nyawa Johdi menggunakan penggilingan batu yang dihantamkan ke kepalanya, usai melakukan aksinya Kartadi langsung kabur menggunakan bus ke Kabupaten Sambas,” beber kapolres.

Baca juga: Sadis! Dendam Kesumat, Mertua Tega Bunuh Menantunya Sendiri Pakai Penggilingan Batu

Saat press release di Mapolres Mempawah Kartadi beserta sejumlah barang bukti turut dihadirkan, termasuk penggilingan batu seberat 13 kilogram yang digunakannya untuk menghabisi nyawa Johdi.

“Kartadi akan dikenakan Pasal 338 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman seumur hidup,” pungkasnya.
Halaman :
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1680 seconds (10.55#12.26)