Dinas PU Makassar Fokus Pengerukan Sedimentasi di Daerah Rawan Banjir

Selasa, 09 November 2021 - 14:30 WIB
loading...
Dinas PU Makassar Fokus...
Alat berat melakukan pengerukan sedimen lumpur di kanal Kelurahan Timongan Lompoa, Makassar, beberapa waktu yang lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A A A
MAKASSAR - Musim hujan mulai menjadi atensi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar . Salah satu yang jadi atensi adalah drainase-drainase yang sedimentasinya masih besar.

Tim Survei Lokasi PSDA Drainase Dinas PU Kota Makassar , Hasrul Hasan mengatakan, memasuki musim hujan pengerukan drainase kian dimasifkan. Terutama di daerah-daerah yang statusnya rawan genangan atau banjir.

Baca juga:Dinas PU Makassar Target Pengerjaan Jalan Rampung Desember

Dia menyebut, ada beberapa daerah yang jadi atensi pengerukan. Sebab, daerah-daerah tersebut sedimentasinya besar. Kemudian proses pengerukan juga sedikit rumit. Salah satu faktornya kondisi medan.

“Misalnya di kanal Hamzi-Antara. Di sana proses pengerjaannya menggunakan alat berat yaitu ekskavator amphibi. Juga ada di Jl Barawaja itu beberapa saluran platnya tertutup,” kata dia, Selasa (9/11/2021).

Hasrul mengungkapkan, ada tujuh wilayah yang hingga saat ini masih masuk dalam zona genangan kritis. Dari tujuh wilayah tersebut, tiga di antaranya belum teratasi, dua masih dalam proses, dan dua lagi sudah rampung alias teratasi.

Baca juga:Dinas PU Makassar Siap Lakukan Transformasi Digital

“Di Sulawesi, Tarakan, dan sekitarnya sudah teratasi. Di Rappokalling dan sekitarnya belum. Di Cokonuri belum. Di Swadaya belum. Di Faisal atau Cilallang teratasi. Di perumahan BTP on progres. Di Perumahan Hamzy dan Antara juga on progres,” urainya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bangunan Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Syafar Majid mengatakan, satgas yang diturunkan menangani drainase di Makassar ada 480 orang. Mereka sudah mulai bekerja sejak 2019 lalu.

Baca juga:Betonisasi Jalan Metro Tanjung Bunga Dikebut, Buka Tutup Jalur Diterapkan

Kehadiran satgas tersebut, menurut Syafar, menjadi andalan dalam memastikan tidak terjadinya genangan yang akan merugikan masyarakat. Khususnya di titik-titik rawan yang berada di jalan protokol.

"Sebenarnya hujan intensitas tinggi kalau bertepatan dengan air pasang kita tidak bisa menjaring. Tetapi kalau tidak pasang itu tidak masalah. Cuma memang buangannya di kanal yang sudah penuh," tandasnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fokus Perbaiki Infrastruktur...
Fokus Perbaiki Infrastruktur Jalan pada 2023, Pemkot Makassar Alokasikan Anggaran Rp300 Miliar
UPT Pengelolaan Air...
UPT Pengelolaan Air Limbah Dinas PU Makassar Terapkan Sistem E-Transaksi
UNICEF dan UPT PAL Dinas...
UNICEF dan UPT PAL Dinas PU Makassar Bertemu Bahas Program Sanitasi
Rekomendasi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved