Bantuan Kedaluwarsa, Pengamat Duga Dibeli Jelang Masa Konsumsi Berakhir

Selasa, 09 November 2021 - 08:51 WIB
loading...
Bantuan Kedaluwarsa,...
Bantuan berupa mi instan dan saos dalam kemasan ditemukan kedaluwarsa di gudang sementara Dinsos Makassar. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Bantuan kedaluwarsa di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menuai pro kontra. Bahkan muncul dugaan, bantuan bencana itu sengaja dibeli menjelang masa kedaluwarsa.

Diketahui, ada sekotar 200 dus mi instan yang kedaluwarsa di gudang penyimpanan Dinsos Kota Makassar. Selain itu, beberapa jenis bantuan lainnya seperti saos dalam kemasan ikut membusuk akibat kedaluwarsa.

Pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Negara Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis mengemukakan, bantuan bencana yang kedaluwarsa tersebut merupakan kerugian negara. Sebab, telah dibeli namun tidak disalurkan ke masyarakat.

Baca Juga: Ketua PDIP Sulsel Temukan Penerima PKH Tapi Tak Kunjung Dapat Bantuan

Hanya saja, ia menyebut ada yang janggal dengan kasus tersebut. Sebab, barang yang dibeli terlalu cepat kedaluwarsa. Artinya, Dinsos Makassar membeli barang lama yang diduga harganya lebih murah.

“Ada dua kemungkinan, apakah kedaluwarsanya sudah sisa beberapa bulan, ataukah mungkin bahkan sudah kedaluwarsa baru dibeli. Itu setahu saya lebih murah dibanding beli yang masih baru diproduksi,” ucap Bastian kepada SINDOnews, Senin (8/11/2021).

Semestinya, kata dia, bantuan bencana berupa bahan-bahan pokok itu bisa disiasati. Sehingga tidak ada bantuan yang tersisa atau sia-sia. Hanya saja, dinas terkait dinilai kurang cekatan memikirkan itu.

“Di sinilah kita lihat manajemen penabat tidak peduli dengan itu. Karena kalau kedaluwarsa kan membahayakan untuk dimakan. Jadi yang bertanggung jawab adalah pengguna anggaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kadinsos Kota Makassar, Muhyiddin berdalih pengadaan bantuan bencana yang kedaluwarsa tersebut merupakan hasil pengadaan 2020 lalu. Rata-rata barang kedaluwarsa pada Juli 2021, namun baru ketahuan pada bulan ini.

Baca Juga: Pengawasan Aset Lemah, Puluhan Lahan Sekolah di Makassar Digugat

Muhyiddin mengaku menemukan barang-barang kedaluwarsa itu saat melakukan pembongkaran di gudang sementara Dinsos Makassar. Hasilnya, ia menemukan beberapa jenis bantuan yang sudah melewati batas konsumsi.

“Setelah saya masuk langsung bongkar semua itu dan akhirnya ditemukan adanya bahan-bahan yang menunpuk dan beberapa di antaranya kadaluarsa,” katanya.

Pengadaan itu diakuinya berasal dari persediaan dapur umum. Juga dari pengadaan bahan-bahan pokok dan bantuan-batuan bencana lainnya. Namun ternyata, banyak yang tersimpan sampai masa konsumsi berakhir alias kedaluwarsa.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Operasi Gabungan,...
Gelar Operasi Gabungan, Dinsos dan Polrestabes Makassar Ringkus 3 Pasangan Bukan Suami Istri
Dinsos Pastikan Belum...
Dinsos Pastikan Belum Ada Anggaran Nikah Massal Gratis
Izin Dicabut, Kantor...
Izin Dicabut, Kantor ACT Sulsel Berhenti Beroperasi
Rekomendasi
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved