Budaya Ukir hingga Tarian Suku Kamoro Hadir di Senayan Park Jakarta
Sabtu, 06 November 2021 - 14:24 WIB
loading...
Suku Kamoro sendiri diketahui menjadi salah satu dari tiga suku yang masih mempertahankan budaya ukir di pesisir selatan Papua selain suku Asmat dan suku Sempan. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe (MWK) yang menjadi rumah bagi para seniman Kamoro bekerja sama dengan restoran Yougwa Danau Sentani, Mall Senayan Park, dan PT Freeport Indonesia menggelar kegiatan Kamoro Artwork Exhibition dengan tema “Lawatan Saudara dari Timur Indonesia”. Kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai 5-7 November 2021 ini untuk membantu para seniman mempromosikan hasil kerajinan mereka dan mendekatkannya kepada publik.
Suku Kamoro sendiri diketahui menjadi salah satu dari tiga suku yang masih mempertahankan budaya ukir di pesisir selatan Papua selain suku Asmat dan suku Sempan. Karya ukir para seniman Kamoro unik dan tak kalah dari kedua suku lainnya, namun belum banyak dikenal sebagaimana suku Asmat. Baca juga: Miliki Pesan Positif, 2 Seniman Mural Dikirim Polda Kaltim Berebut Piala Kapolri
“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari acara serupa yang digelar di Hutan Kota by Plataran Indonesia pada minggu sebelumnya. Dimana kami mengusung tema, “Untukmu Papua, Saudaraku” pada tanggal 27-29 Oktober 2021. Pada kesempatan tersebut kami mendatangkan sekitar 250 potong ukiran dan hampir 80% dari kerajinan yang dibawa habis terjual,” terang Founder Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe Luluk Intarti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/11/2021).
Luluk menyebutkan, dalam setiap kegiatan pameran kerajinan Kamoro yang digelar, pihaknya membawa berbagai macam jenis ukiran karya asli seniman Kamoro dari Kabupaten Mimika di Papua.
“Untuk kegiatan di Yougwa Danau sentani, Mall Senayang Park ini, lebih dari 150 potong ukiran didatangkan langsung dari kota Timika atas bantuan PT Freeport Indonesia. Termasuk delapan seniman yang mewakili lebih dari 500 pengukir dan penganyam yang tinggal menyebar di wilayah kabupaten tersebut,” bebernya.
Sebagai seniman yang multi talenta, kata Luluk, kedelapan perwakilan seniman juga akan menampilkan berbagai atraksi budaya sepanjang kegiatan pameran. Akan ada pertunjukan tarian, nyanyian, musik tradisional, demonstrasi mengukir dan menganyam. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, pameran ukir kayu suku Papua kali ini juga menghadirkan workshop mengukir untuk hari Sabtu dan Minggu di tanggal 6-7 November 2021.
Suku Kamoro sendiri diketahui menjadi salah satu dari tiga suku yang masih mempertahankan budaya ukir di pesisir selatan Papua selain suku Asmat dan suku Sempan. Karya ukir para seniman Kamoro unik dan tak kalah dari kedua suku lainnya, namun belum banyak dikenal sebagaimana suku Asmat. Baca juga: Miliki Pesan Positif, 2 Seniman Mural Dikirim Polda Kaltim Berebut Piala Kapolri
“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari acara serupa yang digelar di Hutan Kota by Plataran Indonesia pada minggu sebelumnya. Dimana kami mengusung tema, “Untukmu Papua, Saudaraku” pada tanggal 27-29 Oktober 2021. Pada kesempatan tersebut kami mendatangkan sekitar 250 potong ukiran dan hampir 80% dari kerajinan yang dibawa habis terjual,” terang Founder Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe Luluk Intarti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/11/2021).
Luluk menyebutkan, dalam setiap kegiatan pameran kerajinan Kamoro yang digelar, pihaknya membawa berbagai macam jenis ukiran karya asli seniman Kamoro dari Kabupaten Mimika di Papua.
“Untuk kegiatan di Yougwa Danau sentani, Mall Senayang Park ini, lebih dari 150 potong ukiran didatangkan langsung dari kota Timika atas bantuan PT Freeport Indonesia. Termasuk delapan seniman yang mewakili lebih dari 500 pengukir dan penganyam yang tinggal menyebar di wilayah kabupaten tersebut,” bebernya.
Sebagai seniman yang multi talenta, kata Luluk, kedelapan perwakilan seniman juga akan menampilkan berbagai atraksi budaya sepanjang kegiatan pameran. Akan ada pertunjukan tarian, nyanyian, musik tradisional, demonstrasi mengukir dan menganyam. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, pameran ukir kayu suku Papua kali ini juga menghadirkan workshop mengukir untuk hari Sabtu dan Minggu di tanggal 6-7 November 2021.
Lihat Juga :