BPBD Maros Antisipasi Dampak Fenomena La Nina
Kamis, 04 November 2021 - 20:08 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A
A
A
MAROS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros melakukan koordinasi dengan BMKG Maros, Kamis (4/11). Koordinasi ini menyusul potensi fenomena la nina yang diprediksi terjadi akhir tahun ini hingga Februari 2022.
Kepala BPBD Kabupaten Maros, Fadli mengatakan, prediksi cuaca untuk beberapa waktu ke depan diharapkan bisa menjadi acuan dalam melakukan mitigasi bencana.
Baca juga:Musim Hujan, Pemkab Barru Lakukan Persiapan Penanggulangan Bencana
"Hal ini kami lakukan setelah melihat beberapa berita di media bahwa BMKG pusat memprediksi Sulsel termasuk provinsi yang akan terdampak la nina untuk beberapa waktu ke depan," ungkap Fadli.
Selain itu lanjut Fadli, Kepala BNPB juga telah menginstruksikan semua jajarannya di daerah untuk bersiap-siap menghadapi bencana.
"Termasuk arahan dan perintah langsung Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito kepada seluruh BPBD di daerah untuk bersiap-siap dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang salah satunya akibatnya adalah la nina tersebut," jelasnya.
Dalam koordinasi itu, Fadli menyampaikan jika BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi pada awal tahun depan. Meski begitu, sedini mungkin ia berharap masyarakat bisa mengantisipasi dampak bencana, khususnya banjir dengan cara membersihkan lingkungan setempat dari sampah, serta memangkas pohon yang dianggap rawan tumbang.
Baca juga:Jendela Lantai 5 RSUD Syekh YusufAmruk Dihatam Angin Kencang
Sedangkan untuk pemerintah desa dan kelurahan agar segera menentukan titik kumpul/evakuasi atau penampungan warga bilamana terjadi banjir.
"Koordinasi ini perlu kami lakukan dalam rangka mitigasi bencana serta persiapan rencana kontijensi dalam mengantisipasi hal tersebut (Bencana)," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Maros, Rakhmat Prasetia mengakui kalau musim hujan di Kabupaten Maros diprediksi terjadi pada bulan November dan Desember.
Baca juga:Terus Melanggar, THM Barcode di Makassar Ditutup Sementara
"Makanya kita mengimbau agar tetap waspada dengan potensi hujan lebat. Apalagi musim hujan yang disertai fenomena la nina ini akan menambah intensitas hujan," ungkapnya.
Bahkan kata dia, intensitas curah hujan yang terjadi ini diprediksi mengalami peningkatan sekitar 10 sampai 20 persen. "Itu disebabkan adanya potensi la nina . Makanya kita mengimbau agar warga terus waspada," imbuhnya.
Kepala BPBD Kabupaten Maros, Fadli mengatakan, prediksi cuaca untuk beberapa waktu ke depan diharapkan bisa menjadi acuan dalam melakukan mitigasi bencana.
Baca juga:Musim Hujan, Pemkab Barru Lakukan Persiapan Penanggulangan Bencana
"Hal ini kami lakukan setelah melihat beberapa berita di media bahwa BMKG pusat memprediksi Sulsel termasuk provinsi yang akan terdampak la nina untuk beberapa waktu ke depan," ungkap Fadli.
Selain itu lanjut Fadli, Kepala BNPB juga telah menginstruksikan semua jajarannya di daerah untuk bersiap-siap menghadapi bencana.
"Termasuk arahan dan perintah langsung Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito kepada seluruh BPBD di daerah untuk bersiap-siap dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang salah satunya akibatnya adalah la nina tersebut," jelasnya.
Dalam koordinasi itu, Fadli menyampaikan jika BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi pada awal tahun depan. Meski begitu, sedini mungkin ia berharap masyarakat bisa mengantisipasi dampak bencana, khususnya banjir dengan cara membersihkan lingkungan setempat dari sampah, serta memangkas pohon yang dianggap rawan tumbang.
Baca juga:Jendela Lantai 5 RSUD Syekh YusufAmruk Dihatam Angin Kencang
Sedangkan untuk pemerintah desa dan kelurahan agar segera menentukan titik kumpul/evakuasi atau penampungan warga bilamana terjadi banjir.
"Koordinasi ini perlu kami lakukan dalam rangka mitigasi bencana serta persiapan rencana kontijensi dalam mengantisipasi hal tersebut (Bencana)," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Maros, Rakhmat Prasetia mengakui kalau musim hujan di Kabupaten Maros diprediksi terjadi pada bulan November dan Desember.
Baca juga:Terus Melanggar, THM Barcode di Makassar Ditutup Sementara
"Makanya kita mengimbau agar tetap waspada dengan potensi hujan lebat. Apalagi musim hujan yang disertai fenomena la nina ini akan menambah intensitas hujan," ungkapnya.
Bahkan kata dia, intensitas curah hujan yang terjadi ini diprediksi mengalami peningkatan sekitar 10 sampai 20 persen. "Itu disebabkan adanya potensi la nina . Makanya kita mengimbau agar warga terus waspada," imbuhnya.
(luq)
Lihat Juga :