Nasi Kotak Berlogo PSI Mengandung E-coli Jadi Penyebab 23 Warga Koja Keracunan

Rabu, 03 November 2021 - 15:25 WIB
loading...
Nasi Kotak Berlogo PSI...
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menyatakan nasi kotak berlogo PSI yang membuat 23 warga Koja mengalami keracunan diketahui mengandung bakteri E-coli.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menyatakan nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang membuat 23 warga Koja mengalami keracunan diketahui mengandung bakteri Escherichia Coli (E-coli). Ini berdasarkan hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) terhadap sampel nasi kotak tersebut.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dr Yudi Dimyati mengatakan, nasi kotak berlogo PSI yang dibagikan kepada warga itu diolah kurang matang dan juga kurang higienis."Kurang matang, begitu kan bisa. Karena kurang higienis ya. Kalau ada bakteri E-coli kan berarti kurang bersih saja, bukan kedaluwarsa karena di situ (nasi kotak) enggak ada makanan kemasan," kata Yudi saat di konfirmasi Rabu (3/11/2021)

Menurut Yudi, dugaan penyebab nasi kotak logo PSI terkontaminasi bakteri E-coli karena pengolahan bahan makanan yang dilakukan juru masak kurang maksimal sehingga terjadi hal yang tidak diduga.

Adapun hasil pengujian Labkesda pada 29 Oktober 2021 terhadap sejumlah sampel dari nasi, telur, buncis dan selada oleh Labkesda, terdapat sampel yang melebihi ambang batas nilai normal.

"Normal misal 1x10', bila lebih dari 1x10' dapat berdampak pada organ pencernaan manusia seperti diare dan muntah-muntah," ujar Yudi. Baca: Keracunan Nasi Kotak Berlogo PSI, Ibu Muda Ini Dilarang Beri ASI Selama 1 Minggu

Berita sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan uji sampel dari makanan nasi kotak yang diduga menjadi penyebab puluhan warga Koja mengalami keracunan hingga dilarikan ke RSUD Koja.

Menurut Yudi, kedatangan BPOM diketahui untuk mendampingi Puskesmas mendatangi lokasi warga yang keracunan dan pengambilan sampel makanan pada Selasa (26/10) lalu. Namun selanjutnya, sampel tersebut dibawa Puskesmas ke Labkesda.

"BPOM itu ternyata datang mendampingi Puskesmas dalam pengambilan sampel. Saya kira sampelnya juga diperiksa BPOM langsung, ternyata sampelnya diserahkan ke Labkesda. Tapi BPOM memang turun ke lapangan," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Ranch Market KMALL Hadirkan...
Ranch Market KMALL Hadirkan Supermarket Gaya Hidup Modern di Utara Jakarta
Rekomendasi
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Berita Terkini
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
Infografis
Hamas Tangkap Warga...
Hamas Tangkap Warga Palestina yang Jadi Mata-mata Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved