Pascapenembakan 3 Satpam, Suku Anak Dalam Serahkan Belasan Senjata Api Rakitan
Rabu, 03 November 2021 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kecepek yang berhasil kami kumpulkan, yaitu sebanyak 16 pucuk, dengan rincian 4 pucuk kecepek dari Kades Pancakarya, Kecamatan Limun, 3 kecepek dari Kades Lubuk Jerung, Kecamatan Air Hitam, 4 kecepek dari Kades Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam dan 5 kecepek dari Kades Gurun Tuo Simpang, Kecamatan Mandiangin," ujarnya.
Selain itu, Sat Reskrim Polres Sarolangun juga mengamankan bahan kimia jenis kalium nitrat (sendawa) yang didapat dari beberapa toko yang berada di wilayah Sarolangun.
"Bahan jimia tersebut digunakan untuk membuat racikan campuran nesiu yang digunakan untuk senjata api jenis rakitan laras panjang (kecepek) sebanyak 12 Kg," tandas Sugeng Wahyudiyono.
Sementara Manager Program Suku-suku Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Robert Aritonang menyesalkan masih adanya konflik antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak perusahaan.
Terlebih, adanya kejadian tiga orang Satpam di salah satu perusahaan di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi yang diduga ditembak oknum warga SAD.
Dia menilai, persoalan tersebut jangan dilihat secara parsial. Menurutnya, rentetan kasus yang timbul ini merupakan akumulasi dari persoalan-persoalan dasar pada komunitas adat marginal dalam hal ini Orang Rimba yang tidak terselesaikan dengan baik.
"Perusahaan perkebunan yang berkonflik dengan Orang Rimba, merupakan wilayah jelajah suku ini sejak sebelum ada perusahaan di wilayah itu," ujarnya.
Selain itu, Sat Reskrim Polres Sarolangun juga mengamankan bahan kimia jenis kalium nitrat (sendawa) yang didapat dari beberapa toko yang berada di wilayah Sarolangun.
"Bahan jimia tersebut digunakan untuk membuat racikan campuran nesiu yang digunakan untuk senjata api jenis rakitan laras panjang (kecepek) sebanyak 12 Kg," tandas Sugeng Wahyudiyono.
Sementara Manager Program Suku-suku Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Robert Aritonang menyesalkan masih adanya konflik antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak perusahaan.
Terlebih, adanya kejadian tiga orang Satpam di salah satu perusahaan di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi yang diduga ditembak oknum warga SAD.
Dia menilai, persoalan tersebut jangan dilihat secara parsial. Menurutnya, rentetan kasus yang timbul ini merupakan akumulasi dari persoalan-persoalan dasar pada komunitas adat marginal dalam hal ini Orang Rimba yang tidak terselesaikan dengan baik.
"Perusahaan perkebunan yang berkonflik dengan Orang Rimba, merupakan wilayah jelajah suku ini sejak sebelum ada perusahaan di wilayah itu," ujarnya.
Lihat Juga :