Penangkapan Residivis Narkoba di Tangsel, Polisi Diserang Pedang dan Batu
Selasa, 02 November 2021 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
"Yang bawa pedangnya dibawa juga. Ini (anggota polisi) dari Tangerang Kota, ada sekitar 5 sampai 7 orang bawa 2 mobil. Tadi dia (pelaku) enggak mau dibawa, akhirnya kita bantu redain dan langsung diamanin. Dugaannya sih terkait pengembangan (narkoba)," ungkapnya. Baca: 4 Satpam RS Swasta di Senen Jadi Tersangka Penganiayaan
Salah satu saksi mata yang juga warga sekitar, IN (40), menjelaskan, kejadian itu berlangsung sekira pukul 12.15 WIB. Petugas berpakaian preman meletuskan tembakan ke udara guna memeringatkan keluarga pelaku yang mengacungkan pedang.
"Keluarganya bawa pedang, ada yang pakai batu juga. Saya kan ngelihat dari atas, itu jadi kejar-kejaran. Berapa kali bunyi tembakan ke atas. Akhirnya dikejar dapat, 2 orang yang dibawa, yang satu itu mungkin pelaku terkait narkobanya, yang satu lagi keluarganya yang bawa pedang," tuturnya.
Sayangnya, dalam insiden itu seorang pedagang minuman berinisial Z (33) sempat menjadi korban salah sasaran oleh salah satu petugas. Dia mengaku diseret lalu dipukul beberapa kali karena dianggap bagian dari komplotan pelaku.
"Sempat dipukul, karena saya spontan lari kan takut kenapa-kenapa, karena ada yang teriak rampok-rampok juga. Saya lari terus dikejar, dipukul. Untung ada pak Binamas nolongin saya," ucap Z.
Salah satu saksi mata yang juga warga sekitar, IN (40), menjelaskan, kejadian itu berlangsung sekira pukul 12.15 WIB. Petugas berpakaian preman meletuskan tembakan ke udara guna memeringatkan keluarga pelaku yang mengacungkan pedang.
"Keluarganya bawa pedang, ada yang pakai batu juga. Saya kan ngelihat dari atas, itu jadi kejar-kejaran. Berapa kali bunyi tembakan ke atas. Akhirnya dikejar dapat, 2 orang yang dibawa, yang satu itu mungkin pelaku terkait narkobanya, yang satu lagi keluarganya yang bawa pedang," tuturnya.
Sayangnya, dalam insiden itu seorang pedagang minuman berinisial Z (33) sempat menjadi korban salah sasaran oleh salah satu petugas. Dia mengaku diseret lalu dipukul beberapa kali karena dianggap bagian dari komplotan pelaku.
"Sempat dipukul, karena saya spontan lari kan takut kenapa-kenapa, karena ada yang teriak rampok-rampok juga. Saya lari terus dikejar, dipukul. Untung ada pak Binamas nolongin saya," ucap Z.
(hab)
Lihat Juga :