SMKN 3 Kotabaru Jambi Diserang Puluhan OTK, Penjaga Sekolah Diancam Celurit
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 23:36 WIB
loading...
Petugas Polsek Kotabaru mendatangi TKP SMKN 3 Kotabaru Jambi untuk menyelidiki kasus penyerangan yang dilakukan puluhan OTK, Jumat (29/10/2021). Foto: MPI/Azhari Sultan
A
A
A
JAMBI - SMKN 3 di kawasan Paal X, Kotabaru, Kota Jambi diserang puluhan orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam . Penjaga sekolah berinisial CP bahkan diancam menggunakan celurit.
Beruntung dia selamat dari aksi penyerangan di sekolah tersebut. Tidak hanya itu, handphone android miliknya dirampas pelaku dan dibanting di depannya.
Bahkan, motor milik ayahnya yang dibawa korban ikut dirusak para pelaku yang diparkir di pos penjagaan.
Baca juga: Breaking News: TNI Polri Kontak Tembak dengan KKB, Ratusan Warga Balogai Mengungsi
Tidak diketahui apa motif penyerangan tersebut, tapi diduga akibat buntut dari motor salah seorang pelajar SMKN 3 dirusak oknum pelajar SMAN 6, Kota Jambi.
CP yang ditemui di halaman sekolah mengaku, kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB. Puluhan orang yang diduga pelajar mendatangi sekolah.
Saat itu, dia akan menutup pintu pagar sekolah. Mendadak, datang gerombolan pelaku dengan menggunakan kendaraan bermotor.
“Lebih dari 20 orang bang. Mereka menggunakan motor, ada yang gonceng tigo (tiga). Bawa tas, celana sekolah, jaket dan bawa senjata," ujarnya, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: 9 ABK Asal Jatim Terdampar di Pulau Guam AS, Keluarga Minta Tolong Pemerintah
Diceritakannya, mereka menerobos masuk pagar yang akan dikunci dirinya. Salah satu dari mereka langsung membentak. "Kau anak sekolah sini yo?" katanya menirukan ucapan pelaku. "Tidak, saya penjago sekolah," jawab CP.
Namun, saat menanyakan tersebut, dia diancam dengan senjata tajam jenis celurit yang terhunus ke atas siap menebas tubuh CP.
Beruntung, ada teman pelaku lain menghardik temannya tersebut sembari berkata, "jangan". "Jangan, sudah. Bukan budak itu," ujarnya menirukan kembali ucapan yang didengarnya tadi.
Tidak puas, sejumlah pelaku menghancurkan kaca penjagaan sekolah hingga mengalami rusak berat. Bahkan handphone milik CP ikut dirusak pelaku. "Hp aku dibantingnyo bang hingga rusak. Motor bapak aku di samping pos ikut dirusak juga," imbuhnya.
Baca juga: Kejam, Pria Ini Perkosa Gadis Belia, Setrum dan Membuangnya ke Sungai
Kepala SMKN 3 Hendri Peta menyanyangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian diduga buntut anak didiknya yang rumah tempat tinggalnya dekat dengan SMAN 6. "Saat pulang, dia diduga dianiaya oknum pelajar tersebut dan motornya dirusak. Tapi saat ini sudah damai," ujarnya.
Diakuinya, kedua belah pihak sekolah sudah bertemu. "Pihak SMAN 6 sudah minta maaf tadi," imbuh Hendri.
Terkait siapa yang menyerang sekolahnya, dia tidak ingin berprasangka. "Biarkan pihak polisi yang menyelidikinya. Kita tidak tahu yang menyerang sekolah kami itu siapa," tandasnya.
Sedangkan, Kapolsek Kotabaru Kompol Afrito Marboro saat dihubungi tidak banyak komentar terkait kasus tersebut. "Kami hanya membubarkan saja," ujarnya singkat.
Beruntung dia selamat dari aksi penyerangan di sekolah tersebut. Tidak hanya itu, handphone android miliknya dirampas pelaku dan dibanting di depannya.
Bahkan, motor milik ayahnya yang dibawa korban ikut dirusak para pelaku yang diparkir di pos penjagaan.
Baca juga: Breaking News: TNI Polri Kontak Tembak dengan KKB, Ratusan Warga Balogai Mengungsi
Tidak diketahui apa motif penyerangan tersebut, tapi diduga akibat buntut dari motor salah seorang pelajar SMKN 3 dirusak oknum pelajar SMAN 6, Kota Jambi.
CP yang ditemui di halaman sekolah mengaku, kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB. Puluhan orang yang diduga pelajar mendatangi sekolah.
Saat itu, dia akan menutup pintu pagar sekolah. Mendadak, datang gerombolan pelaku dengan menggunakan kendaraan bermotor.
“Lebih dari 20 orang bang. Mereka menggunakan motor, ada yang gonceng tigo (tiga). Bawa tas, celana sekolah, jaket dan bawa senjata," ujarnya, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: 9 ABK Asal Jatim Terdampar di Pulau Guam AS, Keluarga Minta Tolong Pemerintah
Diceritakannya, mereka menerobos masuk pagar yang akan dikunci dirinya. Salah satu dari mereka langsung membentak. "Kau anak sekolah sini yo?" katanya menirukan ucapan pelaku. "Tidak, saya penjago sekolah," jawab CP.
Namun, saat menanyakan tersebut, dia diancam dengan senjata tajam jenis celurit yang terhunus ke atas siap menebas tubuh CP.
Beruntung, ada teman pelaku lain menghardik temannya tersebut sembari berkata, "jangan". "Jangan, sudah. Bukan budak itu," ujarnya menirukan kembali ucapan yang didengarnya tadi.
Tidak puas, sejumlah pelaku menghancurkan kaca penjagaan sekolah hingga mengalami rusak berat. Bahkan handphone milik CP ikut dirusak pelaku. "Hp aku dibantingnyo bang hingga rusak. Motor bapak aku di samping pos ikut dirusak juga," imbuhnya.
Baca juga: Kejam, Pria Ini Perkosa Gadis Belia, Setrum dan Membuangnya ke Sungai
Kepala SMKN 3 Hendri Peta menyanyangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian diduga buntut anak didiknya yang rumah tempat tinggalnya dekat dengan SMAN 6. "Saat pulang, dia diduga dianiaya oknum pelajar tersebut dan motornya dirusak. Tapi saat ini sudah damai," ujarnya.
Diakuinya, kedua belah pihak sekolah sudah bertemu. "Pihak SMAN 6 sudah minta maaf tadi," imbuh Hendri.
Terkait siapa yang menyerang sekolahnya, dia tidak ingin berprasangka. "Biarkan pihak polisi yang menyelidikinya. Kita tidak tahu yang menyerang sekolah kami itu siapa," tandasnya.
Sedangkan, Kapolsek Kotabaru Kompol Afrito Marboro saat dihubungi tidak banyak komentar terkait kasus tersebut. "Kami hanya membubarkan saja," ujarnya singkat.
(nic)
Lihat Juga :