Raih Bintang Jasa dari Pemerintah Jepang, Ini Peran Rektor Unusa Prof. Achmad Jazidie
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:28 WIB
loading...
Penganugerahan bintang jasa untuk periode musim semi 2020, di Konsulat Jenderal Jepang Surabaya, Selasa (26/10/) malam. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng., memperoleh penghargaan bintang jasa dari Pemerintah Jepang. Penghargaan disematkan langsung Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji dalam upacara penganugerahan bintangjasauntuk periode musim semi 2020, di Konsulat Jenderal Jepang Surabaya, Selasa (26/10/) malam.
Penganugrahan Bintang Jasa Jepang The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon itu sebagai bentuk apresiasi kepada Achmad Jazidie karena telah berjasa dengan memberikan kontribusi bagi peningkatan pertukaran akademi serta saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.
Baca juga: Bantu Buruh, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dapat Kemudahan Ajukan KPR Bersubsidi
Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Mantan Wakil Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tersebut berkontribusi dalam proyek The Japan Foundation Asia Center program Nihongo Partners, yakni pengiriman native speaker sebagai asisten pengajar Bahasa Jepang untuk SMA yang dimulai pada tahun 2014 dengan membangun sistem penerimaan di Indonesia.
Mendorong kementerian serta lembaga terkait, serta menandatangani MoU sebagai direktur penanggung jawab. Sehingga Indonesia membuat pondasi dengan menjadi negara penerima Nihongo Partners terbesar.
Penganugrahan Bintang Jasa Jepang The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon itu sebagai bentuk apresiasi kepada Achmad Jazidie karena telah berjasa dengan memberikan kontribusi bagi peningkatan pertukaran akademi serta saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.
Baca juga: Bantu Buruh, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dapat Kemudahan Ajukan KPR Bersubsidi
Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Mantan Wakil Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tersebut berkontribusi dalam proyek The Japan Foundation Asia Center program Nihongo Partners, yakni pengiriman native speaker sebagai asisten pengajar Bahasa Jepang untuk SMA yang dimulai pada tahun 2014 dengan membangun sistem penerimaan di Indonesia.
Mendorong kementerian serta lembaga terkait, serta menandatangani MoU sebagai direktur penanggung jawab. Sehingga Indonesia membuat pondasi dengan menjadi negara penerima Nihongo Partners terbesar.
Lihat Juga :