Ini Motif Pria di Bantaeng Habisi Ayah, Ibu dan Kakak Kandungnya
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:12 WIB
loading...
Polisi saat mengamankan pelaku dari amukan warga yang hendak menghakiminya usai menghabisi ayah, ibu dan kakak kandungnya, Selasa (26/10/2021). Foto: Istimewa
A
A
A
BANTAENG - Tragedi berdarah yang menimpa satu keluarga dan menggegerkan warga Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng , Sulsel, Selasa (26/10/2021), yang menewaskan ayah, ibu dan kakak kandungnya hanya dipicu hal sepele .
Uni, adik kandung pelaku menceritakan, kakaknya tiba-tiba mengamuk dengan menggunakan senjata tajam dengan membabi buta hingga kedua orang tua dan kakaknya tewas.
“Dia menyerang membabi buta. Saya tidak ingat persis siapa yang diserang terlebih dahulu,” ujarnya kepada SINDONews, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Sadis! Pria di Bantaeng Bantai Ayah Ibu dan Kakak Kandungnya hingga Tewas
Menurut Uni, kakaknya meminta untuk dibelikan rokok dan saat itu juga permintaannya dipenuhi. Namun karena orang yang diminta untuk membeli telat datang sehingga AK mengamuk dan menyerang menggunakan pisau.
“Kakak saya minta dibelikan rokok dan langsung dituruti. Namun dia kesal karena yang membeli rokok terlambat kembali ke rumah,” bebernya.
Lurah Ereng-ereng, Kaimuddin mengatakan, tiga dari empat warganya tewas dalam peristiwa tersebut. Korban tewas, masing-masing, Baddu bin Tunrung (70), Kadi binti Bonro (65), Saliha binti Baddu (38). Sementara Uni binti Baddu (23) adik pelaku, juga menderita luka dan sementara menjalani perawatan intensif.
Kaimuddin menerangkan, pelaku berisial AK (35) merupakan anak kandung dari pasangan Baddu dan Kadi yang menjadi korban. Sedangkan Saliha dan Uni merupakan sodara kandung pelaku.
Baca juga: Biadab! Pria Ini Tega Bunuh Ibu Kandung dan Tetangganya
“Pelaku adalah putranya. Jadi Ak ini membunuh kedua orang tuanya, satu kakak perempuannya dan melukai satu adik perempuannya,” ungkapnya.
Kaimuddin mengaku, pelaku selama ini menyandang status orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bahkan sudah berlangsung 10 tahun. “Menurut informasi yang masuk di kelurahan, AK sudah 10 tahun menjadi ODGJ,” tutur dia.
Sementara, Camat Tompobulu, Andi Basruddin yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan, pihaknya mendapat laporan tak lama setelah kejadian.
Dia langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk mengendalikan situasi di TKP. Pasalnya, pelaku menjadi bulan-bulanan warga setelah melakukan aksi sadisnya.
Baca juga: Miris! Janda Widia sedang Hamil saat Ditembak Pistol oleh Kekasihnya
“Kami langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan”, katanya.
Kasubdi PTM Seksi Humas Polres Bantaeng, Iptu Agus Purnama juga membenarkan peristiwa tersebut. Dalam kejadian itu, tiga korban tewas dan satu terluka yang juga masih satu ikatan keluarga pelaku.
Pelaku saat diamankan polisi di TKP. Kini, pelaku bersama barang bukti sudah diamankan untuk proses selanjutnya. “Pelaku diamankan sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Uni, adik kandung pelaku menceritakan, kakaknya tiba-tiba mengamuk dengan menggunakan senjata tajam dengan membabi buta hingga kedua orang tua dan kakaknya tewas.
“Dia menyerang membabi buta. Saya tidak ingat persis siapa yang diserang terlebih dahulu,” ujarnya kepada SINDONews, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Sadis! Pria di Bantaeng Bantai Ayah Ibu dan Kakak Kandungnya hingga Tewas
Menurut Uni, kakaknya meminta untuk dibelikan rokok dan saat itu juga permintaannya dipenuhi. Namun karena orang yang diminta untuk membeli telat datang sehingga AK mengamuk dan menyerang menggunakan pisau.
“Kakak saya minta dibelikan rokok dan langsung dituruti. Namun dia kesal karena yang membeli rokok terlambat kembali ke rumah,” bebernya.
Lurah Ereng-ereng, Kaimuddin mengatakan, tiga dari empat warganya tewas dalam peristiwa tersebut. Korban tewas, masing-masing, Baddu bin Tunrung (70), Kadi binti Bonro (65), Saliha binti Baddu (38). Sementara Uni binti Baddu (23) adik pelaku, juga menderita luka dan sementara menjalani perawatan intensif.
Kaimuddin menerangkan, pelaku berisial AK (35) merupakan anak kandung dari pasangan Baddu dan Kadi yang menjadi korban. Sedangkan Saliha dan Uni merupakan sodara kandung pelaku.
Baca juga: Biadab! Pria Ini Tega Bunuh Ibu Kandung dan Tetangganya
“Pelaku adalah putranya. Jadi Ak ini membunuh kedua orang tuanya, satu kakak perempuannya dan melukai satu adik perempuannya,” ungkapnya.
Kaimuddin mengaku, pelaku selama ini menyandang status orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bahkan sudah berlangsung 10 tahun. “Menurut informasi yang masuk di kelurahan, AK sudah 10 tahun menjadi ODGJ,” tutur dia.
Sementara, Camat Tompobulu, Andi Basruddin yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan, pihaknya mendapat laporan tak lama setelah kejadian.
Dia langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk mengendalikan situasi di TKP. Pasalnya, pelaku menjadi bulan-bulanan warga setelah melakukan aksi sadisnya.
Baca juga: Miris! Janda Widia sedang Hamil saat Ditembak Pistol oleh Kekasihnya
“Kami langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan”, katanya.
Kasubdi PTM Seksi Humas Polres Bantaeng, Iptu Agus Purnama juga membenarkan peristiwa tersebut. Dalam kejadian itu, tiga korban tewas dan satu terluka yang juga masih satu ikatan keluarga pelaku.
Pelaku saat diamankan polisi di TKP. Kini, pelaku bersama barang bukti sudah diamankan untuk proses selanjutnya. “Pelaku diamankan sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
(nic)
Lihat Juga :