Rahasia Kesembuhan Nenek 105 Tahun asal Surabaya dari COVID-19 Terungkap
Kamis, 04 Juni 2020 - 08:11 WIB
loading...
Rahasia dari kesembuhan nenek Kamtin (105) asal Surabaya dari COVID-19 di antaranya adalah keteguhan dan kesabaran selama dirawat di ruang isolasi RS PHC. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Ada rahasia dari kesembuhan nenek Kamtin (105) asal Surabaya dari COVID-19 . Di antaranya adalah keteguhan dan kesabaran selama berjuang melawan virus Corona di ruang isolasi RS PHC Surabaya.
Salah satu dokter spesialis paru di Rumah Sakit PHC Surabaya, dr Tjipto Wibowo bercerita bahwa nenek Kamtim beberbeda dibandingkan dengan pasien lainnya yang ditanganinya. Di usianya yang sudah lebih dari satu abad, nenek yang tinggal di Jalan Gresik PPI Surabaya tersebut sangat memperhatikan kebersihan diri. Hal tersebut ditunjukan dengan selalu rutin membersihkan diri secara berkala setiap harinya. (Baca juga: Seluruh Masjid di Depok Dibuka Kembali, Warga Bisa Laksanakan Salat Jumat)
Tak hanya itu, selama perawatan sang nenek juga dikenal selalu menjaga pola makan dan pola istirahat cukup, sambil sesekali melakukan olah raga ringan diruang isolasi. Tentunya hal tersebut dilakukan dengan bantuan dari para tenaga medis yang telah bersiaga selama 24 jam. (Baca juga: Terharu, Suami Ini Rela Gantikan Istri Bertugas di Ruang Isolasi COVID-19)
Tjipto Wibowo menyampaikan, jika sebelumnya tim medis yang merawat sempat mengalami kesulitan merawat nenek Kamtin. Mengingat usia sang pasien yang lebih dari satu abad membuat para medis harus bekerja lebih keras dan hati hati dalam merawat pasien. Belum lagi kurangnya edukasi jenis penyakit yang diderita pasien beserta pola penanganannya membuat para tenaga medis harus dengan sabar dan hati-hati memberikan penangananan pada nenek Kamtin.
“Sebelumnya kami sempat kesulitan memberikan perawatan sesuai protokol COVID-19 kepada nenek Kamtin di karenakan usia pasien yang sudah lanjut membuatnya kurang memahami protokol kesehatan yang harus kami lakukan selama perawatan," katanya. Namun berkat kesabaran dan ketekunan tim medis akhirnya perawatan sesuai protokol semestinya maka tim medis bisa melakukannya. "Beruntung selama perawatan pasien terus menunjukkan semangat kesembuhan yang luar biasa dengan selalu menjaga pola makan dan istirahat serta menjaga kebersihan selama perawatan," kata Tjipto Wibowo.
Sementara Direktur Utama RS PHC, Abdul Rofid Fanany menambahkan bahwa pihaknya memang secara khusus memberikan perhatian pada nenek Kamtin selama dirawat. Hal itu dengan mempertimbangkan usia nenek Kamtin. Sejumlah perawat pun di siagakan penuh selama 24 jam untuk memantau perkembangan kesehatan sang pasien.
“Kami awalnya sempat kaget mengetahui kami mendapat pasien terkonfirmasi COVID-19 yang berusia lebih dari 100 tahun. Namun sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya, kami pun bertekat akan merawat pasien tersebut dengan penuh perhatian," tuturnya.
Salah satu dokter spesialis paru di Rumah Sakit PHC Surabaya, dr Tjipto Wibowo bercerita bahwa nenek Kamtim beberbeda dibandingkan dengan pasien lainnya yang ditanganinya. Di usianya yang sudah lebih dari satu abad, nenek yang tinggal di Jalan Gresik PPI Surabaya tersebut sangat memperhatikan kebersihan diri. Hal tersebut ditunjukan dengan selalu rutin membersihkan diri secara berkala setiap harinya. (Baca juga: Seluruh Masjid di Depok Dibuka Kembali, Warga Bisa Laksanakan Salat Jumat)
Tak hanya itu, selama perawatan sang nenek juga dikenal selalu menjaga pola makan dan pola istirahat cukup, sambil sesekali melakukan olah raga ringan diruang isolasi. Tentunya hal tersebut dilakukan dengan bantuan dari para tenaga medis yang telah bersiaga selama 24 jam. (Baca juga: Terharu, Suami Ini Rela Gantikan Istri Bertugas di Ruang Isolasi COVID-19)
Tjipto Wibowo menyampaikan, jika sebelumnya tim medis yang merawat sempat mengalami kesulitan merawat nenek Kamtin. Mengingat usia sang pasien yang lebih dari satu abad membuat para medis harus bekerja lebih keras dan hati hati dalam merawat pasien. Belum lagi kurangnya edukasi jenis penyakit yang diderita pasien beserta pola penanganannya membuat para tenaga medis harus dengan sabar dan hati-hati memberikan penangananan pada nenek Kamtin.
“Sebelumnya kami sempat kesulitan memberikan perawatan sesuai protokol COVID-19 kepada nenek Kamtin di karenakan usia pasien yang sudah lanjut membuatnya kurang memahami protokol kesehatan yang harus kami lakukan selama perawatan," katanya. Namun berkat kesabaran dan ketekunan tim medis akhirnya perawatan sesuai protokol semestinya maka tim medis bisa melakukannya. "Beruntung selama perawatan pasien terus menunjukkan semangat kesembuhan yang luar biasa dengan selalu menjaga pola makan dan istirahat serta menjaga kebersihan selama perawatan," kata Tjipto Wibowo.
Sementara Direktur Utama RS PHC, Abdul Rofid Fanany menambahkan bahwa pihaknya memang secara khusus memberikan perhatian pada nenek Kamtin selama dirawat. Hal itu dengan mempertimbangkan usia nenek Kamtin. Sejumlah perawat pun di siagakan penuh selama 24 jam untuk memantau perkembangan kesehatan sang pasien.
“Kami awalnya sempat kaget mengetahui kami mendapat pasien terkonfirmasi COVID-19 yang berusia lebih dari 100 tahun. Namun sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya, kami pun bertekat akan merawat pasien tersebut dengan penuh perhatian," tuturnya.
Lihat Juga :