Pembatasan Komunitas Bisa Jadi Solusi
Kamis, 04 Juni 2020 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Pusat hiburan dan pantai pijat bersiap kembali beroperasi. Namun, kapan waktunya, Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta masih membahas protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di tempat hiburan dan panti pijat. Pembukaan tempat hiburan dan panti pijat itu pun masih menunggu tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menjelaskan, pembahasan protokol kesehatan dimaksud penyusunan itu dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. ‘’Semua stakeholder terkait sedang membahasnya. Dinas Pariwisata, pelaku industri, asosiasi, dan Dinkes untuk prosedur Covid-19 ketika tempat-tempat itu dibuka lagi," katanya kepada wartawan kemarin. (Baca juga: Viral Soal Markas PKI di Jalan Kramat Raya, Ini Kata Kapolres)
Cucu menjelaskan, protokol kesehatan yang akan dilakukan nantinya harus bisa menekan penyebaran virus. Hal yang utama yaitu adalah kaidah physical distancing dan higienis. Dia pun berjanji akan melakukan pengawasan ketat kepada tiap tamu dan karyawan tempat hiburan dan panti pijat. Dengan begitu, diharapkan tak ada lagi penyebaran virus corona, meski nantinya beroperasi kembali.
"Semuanya harus dipersiapkan secara matang, termasuk physical distancing-nya kaya apa di lapangan," ujarnya. Sebelumnya, sejak PSBB diterapkan di Jakarta pada 10 April lalu, kedua tempat itu ditutup sementara.
Di lain pihak, kalangan pengelola mal berharap bisa kembali mengoperasikan mal. Mereka menegaskan siap memberlakukan kebijakan new normal. Kesiapan ini di antara disampaikan Puri Indah Mall Kembangan, Jakarta Barat. (Baca juga: 40.000 Jiwa Melayang Jadi Korban Covid-19 di Inggris)
Karena itu, setelah PSBB di Jakarta 4 Juni 2020, mereka berharap new normal bisa diterapkan. “Kuncinya adalah sebelum pengunjung masuk ke dalam mal,” kata Assiten Manager Operasional Puri Indah Mall, Dudin Bahrudin, kemarin.
Dia mengaku malnya telah menyiapkan berbagai langkah protokoler kesehatan. “Kebijakan manajemen kami sudah rapid test. Jadi konsep filsafatnya adalah bagaimana membangun pertahanan tidak terkalahkan. Jadi sebelum mengantisipasi pihak luar, kita sudah harus kiat dulu dan itu insyaallah tidak terkalahkan,” kata Dudin. (Bima Setiadi/Yan Yusuf/Kiswondari)
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menjelaskan, pembahasan protokol kesehatan dimaksud penyusunan itu dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. ‘’Semua stakeholder terkait sedang membahasnya. Dinas Pariwisata, pelaku industri, asosiasi, dan Dinkes untuk prosedur Covid-19 ketika tempat-tempat itu dibuka lagi," katanya kepada wartawan kemarin. (Baca juga: Viral Soal Markas PKI di Jalan Kramat Raya, Ini Kata Kapolres)
Cucu menjelaskan, protokol kesehatan yang akan dilakukan nantinya harus bisa menekan penyebaran virus. Hal yang utama yaitu adalah kaidah physical distancing dan higienis. Dia pun berjanji akan melakukan pengawasan ketat kepada tiap tamu dan karyawan tempat hiburan dan panti pijat. Dengan begitu, diharapkan tak ada lagi penyebaran virus corona, meski nantinya beroperasi kembali.
"Semuanya harus dipersiapkan secara matang, termasuk physical distancing-nya kaya apa di lapangan," ujarnya. Sebelumnya, sejak PSBB diterapkan di Jakarta pada 10 April lalu, kedua tempat itu ditutup sementara.
Di lain pihak, kalangan pengelola mal berharap bisa kembali mengoperasikan mal. Mereka menegaskan siap memberlakukan kebijakan new normal. Kesiapan ini di antara disampaikan Puri Indah Mall Kembangan, Jakarta Barat. (Baca juga: 40.000 Jiwa Melayang Jadi Korban Covid-19 di Inggris)
Karena itu, setelah PSBB di Jakarta 4 Juni 2020, mereka berharap new normal bisa diterapkan. “Kuncinya adalah sebelum pengunjung masuk ke dalam mal,” kata Assiten Manager Operasional Puri Indah Mall, Dudin Bahrudin, kemarin.
Dia mengaku malnya telah menyiapkan berbagai langkah protokoler kesehatan. “Kebijakan manajemen kami sudah rapid test. Jadi konsep filsafatnya adalah bagaimana membangun pertahanan tidak terkalahkan. Jadi sebelum mengantisipasi pihak luar, kita sudah harus kiat dulu dan itu insyaallah tidak terkalahkan,” kata Dudin. (Bima Setiadi/Yan Yusuf/Kiswondari)
(ysw)
Lihat Juga :