Pembatasan Komunitas Bisa Jadi Solusi

Kamis, 04 Juni 2020 - 06:23 WIB
loading...
Pembatasan Komunitas...
Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga di wilayah DKI Jakarta untuk mencegah persebaran virus corona (Covid-19) akan berakhir besok. Kebijakan apa yang bakal diambil Pemprov DKI Jakarta pascakebijakan tersebut, hingga tadi malam belum diputuskan.

Namun, Pemprov DKI telah melempar wacana memberlakukan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL) di wilayah-wilayah yang masih menjadi zona merah. Sejauh ini kebijakan tersebut memicu pro-kontra. Bahkan, sejumlah kalangan DPR dan pengamat meminta PSPB diperpanjang mengingat Jakarta masih menjadi episentrum corona. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, DKI Jakarta masih menjadi episentrum corona dengan penambahan terbanyak kedua setelah Jawa Timur, yakni dengan 82 kasus.

Apakah Pemprov DKI Jakarta bakal mengganti PSPB dengan PSBL atau memilih memperpanjang PSPB? "Keterangan pers mengenai status PSBB di wilayah DKI Jakarta yang sedianya akan dilakukan pada pukul 17.00 WIB sore ini ditunda hingga Kamis, 4 Juni 2020," begitu bunyi pengumuman dari Humas Pemprov DKI Jakarta yang beredar dalam grup wartawan Balai Kota DKI Jakarta kemarin.

Munculnya kebijakan baru terkait penanganan corona sebelumnya disampaikan Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta Suharti. Dia mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan PSBL terhadap 62 RW yang dinilai tingkat percepatan penularannya masih tinggi. (Baca: Pembatasan Sosial Berbasih Komunitas Dinilai Lebih Aman untuk New Normal)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun tampak telah mengundang elemen masyarakat tingkat kecamatan, kelurahan, dan RW dalam zona merah, untuk memberikan pengarahan PSBL, Senin (1/6/2020). Kebijakan PSBL diambil sebagai upaya perhatian lebih terhadap daerah padat penduduk dengan tingkat penularan tinggi.

Sejumlah kalangan DPRD DKI Jakarta meminta PSPB tetap diberlakukan. Sikap ini di antaranya disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono dan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino. Sikap tersebut disampaikan karena DKI Jakarta masih zona merah."Kalau masih merah ya tetap PSBB," desak Gembong.

Wibi Andrino menilai penerapan PSBB di Ibu Kota perlu diperpanjang mengingat masih banyaknya kasus baru Covid-19 di Jakarta tiap harinya. Namun, dia meminta ada kelonggaran, khususnya pada sektor perekonomian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved