Polisi Buru Penyebar Hoaks Gempa Salatiga-Semarang Timbulkan Korban Jiwa
Senin, 25 Oktober 2021 - 14:17 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Al-Qudusy meminta masyarakat tidak mempercayai berita hoax terkait korban jiwa gempa Salatiga-Semarang. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Polres Semarang memastikan rekaman suara berdurasi 25 detik yang menginformasikan adanya korban jiwa dan kerugian material akibat rentetan gempa bumi tektonik di Salatiga-Semarang pada Sabtu (23/10/2021) tidak benar alias hoax. Polisi masih melacak pembuat rekaman suara tersebut.
Adapun rekaman suara berisi kalimat, "Assalamualaikum, Ndan Umam, Ndan Anam dan teman-teman semuanya, malam ini dapat informasi untuk kelurahan Muncul di Banyubiru sudah terjadi beberapa rumah roboh dan meninggal dunia 1 dan beberapa korban dilarikan ke rumah sakit. Info terkini, sugeng dalu".
Baca juga: Sabtu Pahing Gempa Daratan Getarkan Salatiga, Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, dan Telomoyo
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya melalui Kapolsek Banyubiru Iptu Subhan menyatakan, pihaknya sudah melakukan patroli ke lokasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat dan pelaku wisata, ternyata hasilnya nihil.
"Info dalam rekaman suara itu dipastikan tidak benar. Lagipula di Banyubiru tidak ada desa Muncul, yang ada dusun Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru," ungkap Kapolsek dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (25/10/2021).
Kapolsek menjelaskan, rekaman suara yang tidak diketahui siapa pembuatnya itu sempat membuat pelaku wisata mengurungkan niat berwisata ke Rowoboni. Ini sangat disayangkan banyak pihak, terutama pelaku usaha di tempat wisata.
Baca juga: Miris! Janda Widia sedang Hamil saat Ditembak Pistol oleh Kekasihnya
"Beredar juga rekaman klarifikasi dan permintaan maaf bahwa info korban jiwa dan material itu tidak benar. Namun kami masih melacak pembuatnya siapa," ungkap Iptu Subhan.
Adapun rekaman suara berisi kalimat, "Assalamualaikum, Ndan Umam, Ndan Anam dan teman-teman semuanya, malam ini dapat informasi untuk kelurahan Muncul di Banyubiru sudah terjadi beberapa rumah roboh dan meninggal dunia 1 dan beberapa korban dilarikan ke rumah sakit. Info terkini, sugeng dalu".
Baca juga: Sabtu Pahing Gempa Daratan Getarkan Salatiga, Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, dan Telomoyo
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya melalui Kapolsek Banyubiru Iptu Subhan menyatakan, pihaknya sudah melakukan patroli ke lokasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat dan pelaku wisata, ternyata hasilnya nihil.
"Info dalam rekaman suara itu dipastikan tidak benar. Lagipula di Banyubiru tidak ada desa Muncul, yang ada dusun Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru," ungkap Kapolsek dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (25/10/2021).
Kapolsek menjelaskan, rekaman suara yang tidak diketahui siapa pembuatnya itu sempat membuat pelaku wisata mengurungkan niat berwisata ke Rowoboni. Ini sangat disayangkan banyak pihak, terutama pelaku usaha di tempat wisata.
Baca juga: Miris! Janda Widia sedang Hamil saat Ditembak Pistol oleh Kekasihnya
"Beredar juga rekaman klarifikasi dan permintaan maaf bahwa info korban jiwa dan material itu tidak benar. Namun kami masih melacak pembuatnya siapa," ungkap Iptu Subhan.
Lihat Juga :