Warga Protes Pemakaman Protokol COVID-19, Begini Respons Polda Sulsel
Rabu, 03 Juni 2020 - 23:05 WIB
loading...
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Polda Sulsel merespons keluhan Andi Baso Ryadi Mappasulle. Warga Kabupaten Gowa, Sulselitu sebelumnya melayangkan protes karena merasa mendapat perlakuan tidak adil atas kematian istrinya, Nurhayani Abrar, yang divonis pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar .
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel , Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, pihak RS Bhayangkara memahami terkait keluhan dari pihak korban atas vonis kematian PDP tersebut. Meski begitu, dia menganggap pihak RS juga tidak bisa disalahkan, sebab ada alasan mendasari hal tersebut.
Menurutnya, ada hal yang perlu dipahami masyarakat terkait situasi dan tata kelola lingkungan dengan pola pencegahan penularan virus corona atau COVID-19 . Di mana saat ini, prosedur RS mengharuskan untuk melakukan screening standar COVID-19 kepada semua pasien.
Protokol ini dijalankan untuk mengantisipasi terjadi kontaminasi pada petugas dan lingkungan rumah sakit. Sekaligus sebagai pertimbangan rujukan pasien tersebut.
“Terkait kasus ini, kami konfirmasi ke pihak RS Bhayangkara. Dijelaskan bahwa pihak rumah sakit sebelumnya melakukan screening standar kepada almarhumah ini. Dan diperoleh data dengan hasil pemeriksaan CT Paru, Pneumonia (radang laru ) dan laboratorium darah (khas COVID)," sebut Ibrahim dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (3/6/2020).
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel , Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, pihak RS Bhayangkara memahami terkait keluhan dari pihak korban atas vonis kematian PDP tersebut. Meski begitu, dia menganggap pihak RS juga tidak bisa disalahkan, sebab ada alasan mendasari hal tersebut.
Menurutnya, ada hal yang perlu dipahami masyarakat terkait situasi dan tata kelola lingkungan dengan pola pencegahan penularan virus corona atau COVID-19 . Di mana saat ini, prosedur RS mengharuskan untuk melakukan screening standar COVID-19 kepada semua pasien.
Protokol ini dijalankan untuk mengantisipasi terjadi kontaminasi pada petugas dan lingkungan rumah sakit. Sekaligus sebagai pertimbangan rujukan pasien tersebut.
“Terkait kasus ini, kami konfirmasi ke pihak RS Bhayangkara. Dijelaskan bahwa pihak rumah sakit sebelumnya melakukan screening standar kepada almarhumah ini. Dan diperoleh data dengan hasil pemeriksaan CT Paru, Pneumonia (radang laru ) dan laboratorium darah (khas COVID)," sebut Ibrahim dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (3/6/2020).
Lihat Juga :