Kasus COVID-19 Meningkat, Banten Gelar Rapid Test Massal di Serang
Rabu, 03 Juni 2020 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, antusias warga untuk mengetahui kesehatan diri sangat antusias. Hal itu diketahui ada 1000 orang perhari yang mendaftar online untuk mengikuti rapid test.
Di Kota Serang kegiatan rapid test drive thru akan dilakukan selama 3 hari. Perharinya, tim Gugus Tugas COVID-19 menyediakan 1.000 sampai 1.250 alat rapid test secara gratis untuk masyarakat. "Untuk di Kota Serang kami akan laksanakan pada 3-5 Mei 2020. Masing-masing targetnya 1.000 orang," ujarnya.
Sementara, salah satu pengendara roda empat Budi Heryanto mengaku baru pertama kali mengikuti rapid test. Dia mengapresiasi pemerintah yang menyediakan tes kesehatan untuk masyarakat secara gratis. Terlebih, dirinya mengetahui hasil rapid test dinyatakan non-reaktif. "Bagus sekali, ini membantu untuk mengetahui kondisi kesehatan kami. Saya dukung protokol pemerintah. Saya pertama kali (di rapid test), jadinya sudah keluar, negatif," tuturnya.
Pantauan di lokasi, petugas tenaga kesehatan mengambil darah di jari warga untuk melakukan test. Kemudian darah itu dites dengan alat. Tidak hanya itu, para petugas juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap serta mengedukasi warga dengan ramah.
Untuk area rapid test, tim gugus tugas Covid 19 menyediakan tiga jalur kendaraan. Diantarany, Satu jalur khusus untuk pengendara roda dua dan dua jalur untuk kendaraan roda empat. Sementara, tempat rapid test disediakan 6 meja.
Di Kota Serang kegiatan rapid test drive thru akan dilakukan selama 3 hari. Perharinya, tim Gugus Tugas COVID-19 menyediakan 1.000 sampai 1.250 alat rapid test secara gratis untuk masyarakat. "Untuk di Kota Serang kami akan laksanakan pada 3-5 Mei 2020. Masing-masing targetnya 1.000 orang," ujarnya.
Sementara, salah satu pengendara roda empat Budi Heryanto mengaku baru pertama kali mengikuti rapid test. Dia mengapresiasi pemerintah yang menyediakan tes kesehatan untuk masyarakat secara gratis. Terlebih, dirinya mengetahui hasil rapid test dinyatakan non-reaktif. "Bagus sekali, ini membantu untuk mengetahui kondisi kesehatan kami. Saya dukung protokol pemerintah. Saya pertama kali (di rapid test), jadinya sudah keluar, negatif," tuturnya.
Pantauan di lokasi, petugas tenaga kesehatan mengambil darah di jari warga untuk melakukan test. Kemudian darah itu dites dengan alat. Tidak hanya itu, para petugas juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap serta mengedukasi warga dengan ramah.
Untuk area rapid test, tim gugus tugas Covid 19 menyediakan tiga jalur kendaraan. Diantarany, Satu jalur khusus untuk pengendara roda dua dan dua jalur untuk kendaraan roda empat. Sementara, tempat rapid test disediakan 6 meja.
(shf)
Lihat Juga :