Seorang Menantu di Luwu Diduga Cabuli Mertuanya berusia 72 Tahun
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun, empat bulan berselang, AA datang lagi ke rumah H dengan alasan mengurus sesuatu di sekitar kediaman mertuanya. "Itu hari saya sendiri di rumah karena cucuku ini yang kuliah, sementara pergi urus surat-surat kuliahnya (di kampus) di (Kota) Palopo," ujarnya.
Kejadian bejat itu kembali dialami H, saat siang hari. Ia digerayangi menantunya sampai tak bisa berbuat apa-apa. "Begitu sudah, saya lari buka pintu yang tadinya dia tutup. Untung ada cucuku yang datang. Dia (AA) lari. Saya bilang keluarko," bebernya.
"Sudah itu saya lari ke kamar, menangis-menangis pikirkan nasibku, seorang menantuku kasih begini," tutur H melanjutkan. Kejadian itu membuatnya trauma untuk tinggal di rumahnya sendiri, dan akhirnya menceritakannya ke NA, anak keduanya.
NA melanjutkan, kondisi itulah yang membuatnya membawa ibu kandungnya ke Makassar dan melaporkan ulah iparnya ke Polda Sulsel . "Karena beliau juga tidak mau melapor di Polsek sana. Karena dia sudah trauma, malu takut didatangi menantunya lagi. Makanya saya suruh datang ke sini," ucapnya.
Dia melanjutkan adiknya pernah mengusir iparnya alias AA, lantaran mengetahui kejadian yang dialami ibu kandungnya. "Cuman itu orang (AA) kembali lagi, sempat 10 hari meninggalkan rumah, karena diusir istrinya, adik saya. Disuruh cari perempuan lain," ucap lelaki 50 tahun ini.
NA menduga iparnya itu mengalami kelainan seksual. "Karena informasi yang saya dapat dari adik ketiga saya, kakak dari istrinya itu pernah mendapat kamera di kamar mandi, yang waktu itu pelaku sedang berkunjung di rumahnya," paparnya.
Dia menambahkan pelaku juga merupakan salah satu pejabat di lingkup lembaga olahraga di Kabupaten Luwu. NA berharap laporannya bisa segera diproses oleh kepolisian. "Karena ini perbuatanya sudah berulang-ulang ke keluarga saya," tukasnya.
Kejadian bejat itu kembali dialami H, saat siang hari. Ia digerayangi menantunya sampai tak bisa berbuat apa-apa. "Begitu sudah, saya lari buka pintu yang tadinya dia tutup. Untung ada cucuku yang datang. Dia (AA) lari. Saya bilang keluarko," bebernya.
"Sudah itu saya lari ke kamar, menangis-menangis pikirkan nasibku, seorang menantuku kasih begini," tutur H melanjutkan. Kejadian itu membuatnya trauma untuk tinggal di rumahnya sendiri, dan akhirnya menceritakannya ke NA, anak keduanya.
NA melanjutkan, kondisi itulah yang membuatnya membawa ibu kandungnya ke Makassar dan melaporkan ulah iparnya ke Polda Sulsel . "Karena beliau juga tidak mau melapor di Polsek sana. Karena dia sudah trauma, malu takut didatangi menantunya lagi. Makanya saya suruh datang ke sini," ucapnya.
Dia melanjutkan adiknya pernah mengusir iparnya alias AA, lantaran mengetahui kejadian yang dialami ibu kandungnya. "Cuman itu orang (AA) kembali lagi, sempat 10 hari meninggalkan rumah, karena diusir istrinya, adik saya. Disuruh cari perempuan lain," ucap lelaki 50 tahun ini.
NA menduga iparnya itu mengalami kelainan seksual. "Karena informasi yang saya dapat dari adik ketiga saya, kakak dari istrinya itu pernah mendapat kamera di kamar mandi, yang waktu itu pelaku sedang berkunjung di rumahnya," paparnya.
Dia menambahkan pelaku juga merupakan salah satu pejabat di lingkup lembaga olahraga di Kabupaten Luwu. NA berharap laporannya bisa segera diproses oleh kepolisian. "Karena ini perbuatanya sudah berulang-ulang ke keluarga saya," tukasnya.
(agn)
Lihat Juga :